Image

Selain Usia, Inilah Faktor Kunci agar Pengajuan KPR Bisa Lolos

\Selain Usia, Inilah Faktor Kunci agar Pengajuan KPR Bisa Lolos\
Ilustrasi (shutterstock)

SUDAH jadi solusi terpopuler kiranya mengambil Kredit Pemilikan Rumah atau KPR agar bisa memiliki rumah. Maklum saja, mengumpulkan dana sebanyak ratusan juta rupiah bukanlah perkara mudah. Kalaupun memilih opsi mengumpulkan dana supaya bisa beli rumah secara cash, mau tak mau mesti menghitung ulang apa saja kebutuhan atau pengeluaran yang harus dieliminasi.

Belum lagi mempertimbangkan lamanya mengumpulkan. Ingat, harga rumah juga mengikuti inflasi. Jadi, tiap tahun pasti naik. Dan kenaikannya lebih besar dari kenaikan rata-rata UMR, yaitu 10% per tahun. Tentunya tidak mau kan? Sudah susah payah mengumpulkan dana, tapi malah kurang.

Satu lagi yang perlu diingat, usia saat mengajukan KPR. Bank enggan meloloskan KPR ketika yang mengajukan berusia lebih dari 40 tahun. Logisnya, bagaimana mungkin nasabah yang berusia 42 tahun melunasi KPR dengan tenor 30 tahun jika pada umur 65 tahun, ia sudah pensiun? Karena itu, mumpung masih dalam usia produktif, terutama 20-an, segeralah ambil KPR.

Selain usia, masih ada faktor kunci lain yang menentukan sukses atau gagalnya pengajuan KPR. Apa saja itu? Berikut ini ulasannya.

1. Punya Penghasilan di Atas UMR Setidaknya Lebih Menjamin

Kenapa bisa demikian? Katakanlah rumah yang ingin dimiliki berada di kawasan Jabodetabek yang paling murah sekitar Rp480 juta dengan tipe 38/72. Bank akan memberikan plafon kredit sekitar Rp384 juta atas KPR yang diajukan dengan tenor 25 tahun.

Dihitung-hitung dengan kalkulator KPR, tiap bulannya, KPR yang harus dibayar sebesar Rp3.192.100. Jika penghasilan yang dimiliki Rp13.400.000 per bulan atau 4 x UMR sekarang (Rp3.350.000), peluang Anda sangat besar untuk mendapatkan KPR.

Jika hal yang satu ini dirasa-rasa berat untuk dipenuhi, bagi Anda yang sudah menikah, bisa memenuhinya dengan menggabungkan penghasilan Anda dengan penghasilan istri/suami. Mengambil rumah subsidi bisa juga dijadikan solusi untuk memecahkan persoalan penghasilan ini.

2. Ingat, Rasio Kredit yang Diperbolehkan Hanya 30% 

Sebagai pemberi pinjaman, bank selalu berhati-hati atas setiap pengajuan kredit dari masyarakat. Ada batas aman yang jadi ketetapan bank untuk yang mau mengajukan kredit yang disebut rasio kredit. Setidaknya, sekitar 30% dari penghasilan adalah batas aman dari rasio kredit yang mesti dipenuhi jika ingin pengajuan kreditnya lolos.

Inilah kenapa dengan penghasilan di atas UMR akan lebih memungkinkan untuk mendapatkan kredit, khususnya KPR. Dengan penghasilan yang disebutkan di atas Rp13.400.000, Anda dimungkinkan untuk membayar cicilan sebesar Rp3.192.100 untuk rumah seharga Rp480 juta.

Baca juga:
Jangan Tergoda Promo Murah, Inilah Cara Jitu Memilih Agen Perjalanan untuk Liburan Anda
Mau Bisnis Kafe Sukses? Siapkan 7 Hal Ini Terlebih Dahulu

Baca juga:

Jangan Tergoda Promo Murah, Inilah Cara Jitu Memilih Agen Perjalanan untuk Liburan Anda

Mau Bisnis Kafe Sukses? Siapkan 7 Hal Ini Terlebih Dahulu

3. Persiapkan DP Rumah yang Besar

Benar adanya kalau memberikan DP yang besar, kredit yang dibayarkan jadi murah. DP yang besar juga bisa membantu dalam memuluskan permintaan KPR. Sebab plafon kredit yang diminta ke bank tidaklah sebesar jika membayar DP sesuai ketentuan.

Misalnya, Anda membayar DP untuk rumah seharga Rp480 juta sebesar Rp120 juta. Dihitung-hitung di kalkulator KPR maka kredit yang ingin Anda pinjam di bank sebesar Rp360 juta. Ini artinya Anda membayar cicilan per bulan seandainya tenornya 25 tahun hanya Rp2.992.600. Berbeda jika Anda membayar DP sebesar Rp96 juta. Anda akan dibebankan cicilan sebesar Rp3.192.100.

Memang DP yang dipersiapkan supaya terjamin lolos tampaknya besar. Namun, bukanlah hal yang mustahil untuk mempersiapkannya. Lebih mudah dilakukan apabila Anda telah menikah. Bersama istri/suami, cukup menyisihkan Rp5.000.000 dari penghasilan Anda ditambah Rp5.000.000 dari penghasilan istri/suami maka dana untuk DP rumah Rp120 juta dapat terkumpul dalam waktu satu tahun.

Di samping itu, Anda bisa mencari penghasilan tambahan. Jadi, tak melulu mengandalkan penghasilan bulanan dari pekerjaan tetap.

4. BI Checking Masuk Kategori Aman

Jangan sampai poin-poin yang disebutkan di atas telah terpenuhi, tapi gagal mendapatkan KPR karena BI Checking negatif. Mengapa bisa begitu? Dari BI Checking, riwayat kredit Anda dapat dilacak dan diketahui. Apabila statusnya buruk, buanglah harapan Anda untuk mendapatkan KPR. Lalu, apa yang menyebabkan status BI Checking buruk?

BI Checking dinilai buruk tergantung sejauh mana kolektibilitas atau kelancaran pembayaran cicilan, lancarkah atau macetkah? Melalui penelusuran riwayat kredit di BI Checking, Bank Indonesia (BI) akan memberikan penilaian atas status kredit Anda.

Antara Skor 1 hingga 5, status kredit Anda dinilai baik kalau diberi skor 1. Sementara bila diberika skor 5, itu artinya status kredit Anda buruk. Mungkin karena menunggak alias macet. Jadi, jangan lupa untuk mengecek BI Checking sebelum mengajukan KPR. Kalau kondisinya kurang baik, Anda bisa memperbaiki BI Checking kok.

5. Bank yang Selalu Punya Solusi Memudahkan Proses Pengajuan

Hampir semua bank menyediakan KPR, tapi apakah hampir semuanya sama dalam memberikan layanan? Nyatanya, tidak banyak bank yang baik dalam urusan layanan. Apalagi kalau saat mengurus keperluan pengajuan KPR, orang-orang bank terkesan acuh tak acuh. Kecewa, ya pasti walaupun sedikit.

Tenang, masih ada bank yang sudah dikenal OK dan dapat review positif banyak orang. Biasanya, bank yang satu ini orang-orangnya sudah dikenal baik developer. Seandainya ada sedikit kendala selama proses pengajuan KPR, bank ini siap membantu dan memberikan solusi. Banyak-banyak cari tahu entah itu lewat obrolan, postingan, atau forum mengenai bank-bank yang masuk kategori ini.

(dnb)
Live Streaming
Logo

Glossary

  • Abuse of Process

    Suatu aksi yang memboroskan waktu atau yang menggannggu, misalnya mengajukan kembali suatu perkara yang sudah diputuskan oleh pengdilan yang berwenang adalah pemakaian hak sewenang-wenang. Pengadilan itu dapat tinggal diam atau membubarkan aksi yang demikian.

  • Akuisisi

    Penggabungan badan usaha dengan cara menguasai sebagian besar saham badan usaha lain. Dengan akuisisi, dua atau lebih badan usaha tersebut tetap eksis secara hukum dan badan usaha yang menguasai saham paling besar menjadi induk perusahaan yang harus menyajikan laporan keuangan konsolidasi. Jadi, pada prinsipnya saham atau aset dari suatu perusahaan dibeli atau diambil alih oleh pihak lain baik perusahaan atau perorangan.

  • Agen Penjual

    Perusahaan Efek yang ditunjuk sebagai agen untuk menjual saham baru kepada masyarakat.

  • Afiliasi

    Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal. Hubungan antara pihak dengan pegawai direktur atau komisaris dari pihak tersebut. Hubungan antara perusahaan dengan pihak yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan, dikendalikan, atau di bawah suatu pengendalian dari perusahaan tersebut atau, Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama.

  • Agio

    Nilai yang dimaksudkan ke dalam modal sendiri yang berasal dari selisih harga jual dikurangi nilai pari suatu emisi saham yang berasal dari dalam portepel dan dicatat di dalam akun (rekening) tersendiri yang juga bernama AGIO.

  • Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)

    Aktiva nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak memiliki wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif.

  • Bad Faith

    Pada umumnya ialah yang bertalian dengan fraud yang sebenarnya atau yang direncanakan, atau maksud untuk menipu atau memalsu; suatu kelalaian atau penolakan dengan sengaja untuk memenuhi suatu kewajiban atau utang. An act in bad faith adalah suatu tindakan yang tidak dipenuhi oleh suatu kekhilafan yang jujur atau karena tidak mengetahui, akan tetapi oleh suatu motif yang jahat atau yang mementingkan diri sendiri.

  • Balance Sheet

    Suatu pernyataan mengenai aktiva dan pasiva sesuatu perusahaan pada suatu waktu tertentu, seperti yang dibedakan dari suatu income statement, yakni yang memberi laporan tentang apa yang telah terjadi selama suatu jangka waktu.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Biro Administrasi Efek

    Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek.

  • Book-Entry Settlement

    Penyelesaian Transaksi dilakukan dengan mendebit dan mengkredit Efek pada rekening kustodian.

  • Blue Chip

    Saham blue chip atau blue chip Stocks, merupakan saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

  • Brexit

    Brexit alias British Exit adalah pristiwa kala Inggris meninggalkan zona Uni Eropa

  • Cabotage

    Asal mulanya dari bahasa Prancis, yakni pelayaran melalui pantai seperti yang dibedakan dari pelayaran atau perdagangan samudra. Sekarang dalam dunia pengangkutan udara, adalah operasi-operasi dalam negeri berlainan dengan operasi internasional.

  • Capital, Invested

    Suatu istilah yang kadang-kadang dipakai untuk menggambarkan jumlah uang tunai dan aktiva yang dibayarkan ke dalam suatu perusahaan plus semua surplus yang diperoleh yang dikembalikan kepada perusahaan itu. Jadi, ia adalah suatu sinonim untuk the net worth daripada suatu perusahaan. Biasa juga disebut dengan istilah Kapital yang ditanam.

  • Capital, Equity

    Suatu istilah untuk bagian dari dana yang dipakai dalam suatu perusahaan yang telah ditanamkan atau diinvestasikan oleh para pemiliknya, bukan yang dipinjamkan oleh para kreditur. Secara bebas diartikan, suatu surat efek, seperti saham biasa, yang mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan.

  • Calon Perusahaan Tercatat

    Perseroan Terbatas yang telah mengajukan surat permohonan pencatatan Efeknya di Bursa.

  • Capital Asset Pricing Model (CAPM)

    Suatu teori penetapan harga aktiva dimana tingkat pengembalian dari aktiva atau surat berharga tersebut adalah sebesar tingkat bunga bebas risiko ditambah dengan faktor penyesuaian sebesar risk premium dikalikan dengan risiko sistematik aktiva tersebut.

  • Capital Gain

    Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negatif (rugi) disebut capital loss.

  • Conflict of Interest (benturan kepentingan)

    Perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris, atau pemegang saham utama perusahaan.

  • Cash flow

    Biasa di sebut aliran kas, merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan. Dengan kata lain, aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.

  • Capital Expenditure (capex)

    Atau pengeluaran modal, adalah investasi dalam bentuk asset atau infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diperlukan untuk memberikan, memperluas dan atau meningkatkan kualitas layanan public. Nilai buku asset akan disusut (depresiasi) selama umur ekonomisnya yang wajar (kecuali tanah).Yang termasuk Capex antara lain : pembangunan atau pembelian jaringan, server dan PC, perangkat lunak, bangunan, dan tanah.

  • Date of Exportation

    Hari tanggal barang dagangan meninggalkan suatu negara menurut kenyataannya. Pemungut bea biasanya menganggap atau menetapkan harga pasar barang-barang yang diekspor itu sebagai harga pada hari yang tertentu itu.

  • Default (Kelalaian)

    Kekhilafan atau kelalaian untuk melaksanakan atau memenuhi suatu kewajiban atau utang; kelalaian untuk memenuhi suatu utang bilamana sudah habis temponya; terutama yang di bawah kontrak. Misalnya saja kelalaian melakukan pembayaran promisory note, obligasi atau hipotek atau suatu dividen, atau pembayaran bunga atas suatu obligasi atau surat efek lainnya, bilamana sudah habis temponya.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar Kurs Efek (DKE) daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Depresiasi

    Atau penyusutan, adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • Debt Ratio

    Merupakan total utang berbanding total aset. Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Misalnya, rasio hutang 30 persen artinya, 30 persen dari aset dibiayai oleh hutang. Rasio hutang bisa berarti buruk pada situasi ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, dimana perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, namun selama ekonomi baik dan suku bunga rendah maka dapat meningkatkan keuntungan.

  • Eased Off

    Suatu istilah yang dipakai di bursa efek dan komoditi apabila hal itu menunjukkan suatu reduksi atau pengurangan dalam harga-harga itu secara berangsur dan kecil.

  • Earning Asset

    Suatu istilah yang dipakai untuk investasi tertentu yang dibebani bunga modal dan yang diselenggarakan atau dikuasai oleh The Unitede Federal Reserve Banks. Investasi yang demikian dapat berupa uang kertas bank-bank anggota yang terjamin, uang yang didiskontokan untuk bank-bank anggota dan untuk federal reserve banks lainnya, bermacam-macam surat-surat wesel, dan dengan syarat-syarat tertentu, obligasi Amerika Serikat, sertifikat-sertifikat dan surat-surat utang.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap

    Efek beragun aset arus kas tetap efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya menerima pembayaran dengan jadwal tertentu, walaupun jadual pembayaran tersebut dapat berubah karena keadaan tertentu.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak Tetap

    Efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran secara bersyarat dan dalam jumlah yang tidak tetap.