Image

KATA MEREKA: Lebih Baik Mana, LRT di Bawah Tanah atau Layang?

\KATA MEREKA: Lebih Baik Mana, LRT di Bawah Tanah atau Layang?\
(Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo memerintahkan agar semua proyek infrastruktur dipercepat. Selain itu, perlu dipermudah dalam proses pembangunan.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinatoor Bidang Maritim Luhut B Pandjaitan usai bertemu dengan Presiden Jokowi. "Itu perintah Presiden, misalnya seperti proyek listrik di mana saja, Pelabuhan Patimban Subang, jalan tol, LRT, nanti semua LRT tidak elevated lagi tapi di bawah tanah supaya cost-nya lebih efisien," kata Luhut.

Dirinya menegaskan, percepatan tersebut untuk semua proyek infrastruktur. "Semua dipercepat, jangan terlalu banyak negosiasi yang enggak jelas," katanya.

Seperti diketahui, progres proyek kereta ringan light rail transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) tahap pertama hingga saat ini baru mencapai 17%. Meski demikian PT Adhi Karya selaku pengembang menyatakan siap melanjutkan ke tahap kedua seksi Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol.

Baca juga:

Menko Luhut: Perintah Presiden, LRT Harus di Bawah Tanah

Proyek LRT Jabodebek Baru 17%, Tahap Pertama Dipastikan Tuntas pada 2019

Bahkan kajian pembangunan tahap kedua tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2017. Adapun tahap pertama dipastikan tuntas pada 2019.

Lantas mana yang menurut masyarakat lebih baik?

1. Winda Putri (23) Karyawan Swasta

Menurut saya lebih baik di atas atau jalur layang karena kalau di bawah tanah dikhawatirkan akan terjadi pengerukan besar-besaran pada tanah yang mengakibatkan tanah bisa longsor. Resiko kecelakaan juga sangat besar dalam pembuatan MRT/LRT bawah tanah yaitu para pekerjanya tertimbun tanah.

Menurut saya lebih mudah jalur layang daripada bawah tanah. Karena tidak perlu mengeruk tanah terlalu dalam, dan biasanya proyek seperti tol juga dilakukan seperti itu jadi memudahkan pekerja untuk bekerja. Seperti yang sudah saya jelaskan pada poin atas, resiko sangat tinggi untuk pekerja jika dalam tanah yaitu tertimbun tanah.

Lebih efisien jalur layang, baik waktu dan biaya, karena proyek banyak dilaksanakan di atas tanah dan tidak di bawah tanah. Di bawah tanah akan memakan waktu lama untuk menggali tanah dan sebagainya tapi jika di jalur layang pekerjaan akan lebih efisien.

Jalur layang lebih pas di Indonesia. Menurut saya Indonesia belum siap menerapkan sistem bawah tanah mengingat tanahnya yang masih suka longsor. Jika terjadi pun saya khawatir tidak akan bisa merawat dengan baik.


2. Muhammad Haris (26) Freelance

Saya sih setuju-setuju aja kalau Presiden mau LRT dibangun di bawah tanah selama emang itu dirasa jauh lebih baik ketimbang membangun LRT yang jalur layang.

Yang paling mudah pengerjaannya kalo pendapat saya mudahan yang jalur layang karena cuma masang-masang tiang sama beton-beton buat naro relnya kan. Kalo bawah tanah perlu gali tanah dulu dan itu makan waktu lagi.

Dari sisi biaya mungkin emang lebih murah bawah tanah. Kalo jalur layang kan tiap beberapa meter harus ada tiang-tiang penyangganya. Tinggal diitung aja kalo jalurnya panjangan puluhan kilo meter butuh berapa tiang.

Lebih baik emang rel dalem tanah. Kalo LRT rel layang, di Jakarta aja udah banyak jalan raya layang. Belom lagi banyak gedung, tiang listrik. Jadi lebih aman emang LRT bawah tanah.


3. Diani Destiana (23) Karyawan Swasta

Menurut saya bagus bawah tanah, karena bisa mengurangi kemacetan, karena jalur LRT tidak akan mengganggu jalur pengendara lain karena ada jalur LRT.

Tapi jalur rel layang lebih mudah untuk dikerjakan, karena lebih mudah letaknya dan pembangunannya.

Kalau soal anggaran pasti lebih efisien LRT bawah tanah karena tidak terlalu makan tempat. Buat di Indonesia lebih baik LRT bawah tanah saja.


4. Ferdiansyah (22) Mahasiswa

Sebenernya mau jalur LRT layang atau bawah tanah semua dilihat tergantung kondisinya. Tetep harus dimix. Ada saatnya mungkin di lokasi tertentu harus tetep dengan jalur layangnya.

Mana yang lebih mudah tergantung sumber daya manusianya dan teknologinya. Kalo di Indonesia teknologi untuk buat LRT jalur bawah tanah sepertinya belum sebaik yang layang. Karena kalo jalur layang kan kita udah terbiasa membuatnya untuk jalan mobil sama motor.

Kalo Presiden pengen LRT nanti difokuskan di bawah tanah mungkin salah satu pertimbangan karena lebih murah. Tapi saya enggak tahu juga. Perlu kajian lagi kan.

Saya emang lebih setuju bawah tanah sih supaya enggak ngorbanin jalan raya buat kendaraan roda dua sama roda empat.


5. Safitri Anggraeni (28) Ibu Rumah Tangga

Saya rasa ada pertimbangan tersendiri kenapa pembangunan LRT di bawah tanah yang dipilih ketimbang jalur layang ataupun sejajar dengan jalan raya.

Kalo yang ada dibayangan saya lebih susah bangun LRT di dalem tanah karena harus ngeruk-ngeruk tanah dulu. Belum lagi ngerakit-rakit rel dan ruangan di dalem tanahnya susah juga kelihatannya. Kalau di jalur layang cuma masang-masang fondasi aja kan printilan-printilannya.

Kalo murahan yang mana, saya kira enggak jauh beda mau jalur layang ataupun dalam tanah. Tapi mungkin agak mahalan yang layang karena butuh banyak beton-betonan kan.

Bagusnya sih kalau di Indonesia emang jalur dalam tanah. Kalo jalur layang nanti kan tiang-tiangnya makan tempat jadinya ngorbanin lebar jalan bisa-bisa. Kalo jalanan semakin sempit, makin macet jadinya.

 

 

(wdi)
Live Streaming
Logo

Glossary

  • Abuse of Process

    Suatu aksi yang memboroskan waktu atau yang menggannggu, misalnya mengajukan kembali suatu perkara yang sudah diputuskan oleh pengdilan yang berwenang adalah pemakaian hak sewenang-wenang. Pengadilan itu dapat tinggal diam atau membubarkan aksi yang demikian.

  • Akuisisi

    Penggabungan badan usaha dengan cara menguasai sebagian besar saham badan usaha lain. Dengan akuisisi, dua atau lebih badan usaha tersebut tetap eksis secara hukum dan badan usaha yang menguasai saham paling besar menjadi induk perusahaan yang harus menyajikan laporan keuangan konsolidasi. Jadi, pada prinsipnya saham atau aset dari suatu perusahaan dibeli atau diambil alih oleh pihak lain baik perusahaan atau perorangan.

  • Agen Penjual

    Perusahaan Efek yang ditunjuk sebagai agen untuk menjual saham baru kepada masyarakat.

  • Afiliasi

    Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal. Hubungan antara pihak dengan pegawai direktur atau komisaris dari pihak tersebut. Hubungan antara perusahaan dengan pihak yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan, dikendalikan, atau di bawah suatu pengendalian dari perusahaan tersebut atau, Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama.

  • Agio

    Nilai yang dimaksudkan ke dalam modal sendiri yang berasal dari selisih harga jual dikurangi nilai pari suatu emisi saham yang berasal dari dalam portepel dan dicatat di dalam akun (rekening) tersendiri yang juga bernama AGIO.

  • Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)

    Aktiva nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak memiliki wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif.

  • Bad Faith

    Pada umumnya ialah yang bertalian dengan fraud yang sebenarnya atau yang direncanakan, atau maksud untuk menipu atau memalsu; suatu kelalaian atau penolakan dengan sengaja untuk memenuhi suatu kewajiban atau utang. An act in bad faith adalah suatu tindakan yang tidak dipenuhi oleh suatu kekhilafan yang jujur atau karena tidak mengetahui, akan tetapi oleh suatu motif yang jahat atau yang mementingkan diri sendiri.

  • Balance Sheet

    Suatu pernyataan mengenai aktiva dan pasiva sesuatu perusahaan pada suatu waktu tertentu, seperti yang dibedakan dari suatu income statement, yakni yang memberi laporan tentang apa yang telah terjadi selama suatu jangka waktu.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Biro Administrasi Efek

    Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek.

  • Book-Entry Settlement

    Penyelesaian Transaksi dilakukan dengan mendebit dan mengkredit Efek pada rekening kustodian.

  • Blue Chip

    Saham blue chip atau blue chip Stocks, merupakan saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

  • Brexit

    Brexit alias British Exit adalah pristiwa kala Inggris meninggalkan zona Uni Eropa

  • Cabotage

    Asal mulanya dari bahasa Prancis, yakni pelayaran melalui pantai seperti yang dibedakan dari pelayaran atau perdagangan samudra. Sekarang dalam dunia pengangkutan udara, adalah operasi-operasi dalam negeri berlainan dengan operasi internasional.

  • Capital, Invested

    Suatu istilah yang kadang-kadang dipakai untuk menggambarkan jumlah uang tunai dan aktiva yang dibayarkan ke dalam suatu perusahaan plus semua surplus yang diperoleh yang dikembalikan kepada perusahaan itu. Jadi, ia adalah suatu sinonim untuk the net worth daripada suatu perusahaan. Biasa juga disebut dengan istilah Kapital yang ditanam.

  • Capital, Equity

    Suatu istilah untuk bagian dari dana yang dipakai dalam suatu perusahaan yang telah ditanamkan atau diinvestasikan oleh para pemiliknya, bukan yang dipinjamkan oleh para kreditur. Secara bebas diartikan, suatu surat efek, seperti saham biasa, yang mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan.

  • Calon Perusahaan Tercatat

    Perseroan Terbatas yang telah mengajukan surat permohonan pencatatan Efeknya di Bursa.

  • Capital Asset Pricing Model (CAPM)

    Suatu teori penetapan harga aktiva dimana tingkat pengembalian dari aktiva atau surat berharga tersebut adalah sebesar tingkat bunga bebas risiko ditambah dengan faktor penyesuaian sebesar risk premium dikalikan dengan risiko sistematik aktiva tersebut.

  • Capital Gain

    Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negatif (rugi) disebut capital loss.

  • Conflict of Interest (benturan kepentingan)

    Perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris, atau pemegang saham utama perusahaan.

  • Cash flow

    Biasa di sebut aliran kas, merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan. Dengan kata lain, aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.

  • Capital Expenditure (capex)

    Atau pengeluaran modal, adalah investasi dalam bentuk asset atau infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diperlukan untuk memberikan, memperluas dan atau meningkatkan kualitas layanan public. Nilai buku asset akan disusut (depresiasi) selama umur ekonomisnya yang wajar (kecuali tanah).Yang termasuk Capex antara lain : pembangunan atau pembelian jaringan, server dan PC, perangkat lunak, bangunan, dan tanah.

  • Date of Exportation

    Hari tanggal barang dagangan meninggalkan suatu negara menurut kenyataannya. Pemungut bea biasanya menganggap atau menetapkan harga pasar barang-barang yang diekspor itu sebagai harga pada hari yang tertentu itu.

  • Default (Kelalaian)

    Kekhilafan atau kelalaian untuk melaksanakan atau memenuhi suatu kewajiban atau utang; kelalaian untuk memenuhi suatu utang bilamana sudah habis temponya; terutama yang di bawah kontrak. Misalnya saja kelalaian melakukan pembayaran promisory note, obligasi atau hipotek atau suatu dividen, atau pembayaran bunga atas suatu obligasi atau surat efek lainnya, bilamana sudah habis temponya.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar Kurs Efek (DKE) daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Depresiasi

    Atau penyusutan, adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • Debt Ratio

    Merupakan total utang berbanding total aset. Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Misalnya, rasio hutang 30 persen artinya, 30 persen dari aset dibiayai oleh hutang. Rasio hutang bisa berarti buruk pada situasi ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, dimana perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, namun selama ekonomi baik dan suku bunga rendah maka dapat meningkatkan keuntungan.

  • Eased Off

    Suatu istilah yang dipakai di bursa efek dan komoditi apabila hal itu menunjukkan suatu reduksi atau pengurangan dalam harga-harga itu secara berangsur dan kecil.

  • Earning Asset

    Suatu istilah yang dipakai untuk investasi tertentu yang dibebani bunga modal dan yang diselenggarakan atau dikuasai oleh The Unitede Federal Reserve Banks. Investasi yang demikian dapat berupa uang kertas bank-bank anggota yang terjamin, uang yang didiskontokan untuk bank-bank anggota dan untuk federal reserve banks lainnya, bermacam-macam surat-surat wesel, dan dengan syarat-syarat tertentu, obligasi Amerika Serikat, sertifikat-sertifikat dan surat-surat utang.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap

    Efek beragun aset arus kas tetap efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya menerima pembayaran dengan jadwal tertentu, walaupun jadual pembayaran tersebut dapat berubah karena keadaan tertentu.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak Tetap

    Efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran secara bersyarat dan dalam jumlah yang tidak tetap.