Pemerintah Indonesia ternyata mendoakan agar panasnya keadaan politik antara AS dan Iran tidak jadi perang. Pasalnya, jika hal ini terjadi hal ini akan berdampak pada pasokan minyak Indonesia.
Harga minyak merangkak naik di tengah perselisihan di Timur Tengah. Hal ini dikhawatirkan dapat mengganggu pasokan serta memupuskan harapan jika krisis utang Eropa tidak akan menyebabkan kemacetan keuangan di seluruh dunia.
Harga minyak turun mendekati USD97 per barel pada hari ini di Asia akibat Amerika Serikat (AS) gagal merealisasikan batas utang yang tinggal beberapa hari lagi.
Harga minyak jatuh di bawah USD99 per barel di Asia. Kejatuhan harga tersebut terjadi di tengah kekhawatiran investor akibat belum adanya kesepakatan antara anggota parlemen AS untuk menaikkan batas utang negara.
Harga minyak kembali rebound ke atas level USD100 per barel dalam perdagangan Asia karena para pedagang melihat harga minyak dibanderol murah usai aksi jual besar-besaran sebelumnya.
Masih bersitegangnya sebagian daerah di Timur Tengah membuat kekhawatiran akan langkanya Pasokan minyak. Imbasnya minyak mentah Amerika Serika (AS) melonjak USD112 per barel Jumat kemarin.