Belum membaiknya pertumbuhan ekonomi berpotensi menyebabkan barang asal China mewabah di Indonesia. Impor yang masuk ke Indonesia tersebut, dikhawatirkan akan mengganggu pasar domestik.
Maraknya produk China yang membanjiri Indonesia nampaknya bukan hanya dari sektor industri. Saat ini, banjir produk China mulai merambah ke sektor pertanian.
Direktur Jenderal Kerjasama Internasional Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Agus Tjahajana mengatakan, peningkatan volume impor barang jadi dari China diindikasikan telah menyebabkan penurunan produksi sektor industri nasional.
Bea Cukai China menyatakan, Negeri Tirai Bambu mencatatkan defisit perdagangan pertama kali selama enam tahun terakhir. Bea Cukai menyatakan ekspor Maret tumbuh 24,3 persen (year on year/yoy) menjadi USD112,1 miliar.
Beijing meminta Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk mengkaji kembali penerapan bea antidumping yang dikenakan Uni Eropa (UE) atas sepatu dari China.