Penguatan nilai tukar rupiah di perdagangan hari ini yang menembus level Rp9.000 per USD menurut Gubernur terpilih BI Darmin Nasution karena pemulihan perekonomian Asia saat ini ternyata telah tumbuh jauh lebih baik dari yang diharapkan pasar saat ini.
Berbeda dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terpuruk, nilai tukar rupiah justeru menguat hingga menembus level psikologis Rp9.000 per USD pada akhir bulan ini.
Nilai tukar rupiah berhasil dibuka menguat tajam tembus level Rp8.995 per USD, jika dibandingkan pada penutupan sehari sebelumnya di posisi Rp9.002 per USD.
Setelah mengalami penguatan yang cukup hebat dan menembus level Rp9.000 per USD, nilai tukar Tanah Air bakal dihantam aksi ambil untung (profit taking) investor.
Nilai tukar rupiah dibuka stabil di kisaran level Rp9.000-an per USD. Pergerakan rupiah menentukan keseimbangan baru, masih kuatnya arus modal asing mestinya bisa membawa rupiah menembus level di bawah Rp9.000 per USD.
Penguatan rupiah selama beberapa hari kemarin nampaknya masih akan berlanjut pada perdagangan hari ini. Hal ini karena adanya pengaruh dari mata uang euro yang masih akan cenderung menguat.