Saya suka menerima pesanan souvenir dari saudara maupun kerabat dekat, berupa duplikat kupu-kupu dari bulu angsa. Bagaimana cara saya mengembangkan usaha saya?
Tentunya saya butuh publikasi. Cara seperti apa agar usaha saya cepat dikenal orang. Saya hanya punya dana yang terbatas. Berapa biaya yang harus dialokasikan? Bisakah sukses hanya dari mulut ke mulut? Untuk diketahui, saya memiliki tiga karyawan.
Agustina, Condet.
Jawaban:
Ibu Agustina yang baik, publikasi memang aspek penting yang harus kita perhatikan dalam memasarkan produk kita. Karena publikasi memungkinkan kita untuk memperluas pangsa pasar produk yang kita miliki. Masalahnya, untuk melakukan publikasi seringkali kita beranggapan bahwa kita harus melakukannya secara sangat masal dan menggunakan materi cetakan yang cukup mahal, seperti brosur dan lain sebagainya.
Dalam kenyataannya, publikasi yang ideal sebaiknya disesuaikan dengan besarnya skala usaha kita. Dalam besaran bujet untuk publikasi, memang belum ada rumusan yang sifatnya paten. Tetapi biasanya pengusaha membuat bujet untuk kegiatan marketing & publikasi (iklan) sebesar 10 persen dari omzet usaha. Mengenai besaran 10 persen ini dapat dibahas di lain waktu.
Yang menarik, alternatif cara yang dapat kita lakukan untuk melakukan publikasi sebenarnya banyak sekali. Termasuk di antaranya adalah cara penyebaran dari mulut ke mulut. Hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan publikasi adalah harus dipastikan bahwa produk kita memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini perlu dipertegas agar pelanggan yang sudah mengenal produk kita tidak menjadi kapok dan tetap melakukan repeat buying.
Apalagi jika kita mengandalkan metode dari mulut ke mulut, atau dalam istilah marketing dikenal sebagai metode word-of-mouth, kualitas produk sangat menentukan citra produk yang akan disebarluaskan oleh para pelanggan dan relasi kita. Apabila citra produk kita yang disebarkan itu positif, maka efeknya tentu akan meningkatkan permintaan. Namun bila citranya negatif, maka hal itu sama dengan membunuh produk kita cepat atau lambat.
Tips lain agar publikasi usaha ibu menjadi lebih efektif, ibu dapat mengarahkan publikasi kepada komunitas-komunitas, seperti komunitas arisan. Efek word-of-mouth akan menjadi lebih dahsyat dengan dukungan kelompok-kelompok yang berupa komunitas tersebut.
Metode memasarkan melalui internet juga merupakan alternatif menarik, mengingat semakin banyak orang mengandalkan internet untuk mencari produk-produk tertentu (mengenai cara memasarkan melalui internet dapat melihat kembali konsultansi kami terdahulu).
Demikian, dan semoga usaha ibu bertambah sukses.
Tim BMI Research Jakarta
(M Budi Santosa)