JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak anggota masyarakat untuk melakukan penghematan energi listrik, BBM, air dan telepon. Hal ini, dikatakan untuk mengurangi pemborosan APBN yang selama ini diberikan untuk memenuhi subsidi terhadap kebutuhan itu.
Â
"Untuk meringankan beban negara untuk biayai rakyat, jangan berikan beban yang tidak semestihya. karena tiap rupiah itu berharga, bermakna, mari kita hemat secara serius," kata SBY saat memberikan sambutan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2008 di Istana Negara, Kamis (5/6/2008).
Â
Dia mencontohkan, penghematan energi yang sudah diterapkan lingkungan Istana, Kantor Sekretariat Negara, Kantor Sekretaris Kabinet, kantor Rumah Tangga Kepresidenan.
Â
"Kantor saya hanya ada satu dua ruangan yang ada lampunya. Pendingin ruangan (Air Conditioner/AC) kita stel 24-26 derajat. Ternyata, Insya Allah, dengan penghematan itu untuk lingkungan kepresidenan saja bisa kita hemat 30-40 persen," kata dia.
Â
SBY mengatakan, apabila semua instansi negara, pemerintahan dan anggota masyarakat menjalankan penghematan seperti itu, maka akan banyak anggaran negara yang dapat ditekan.
Â
"Berapa banyak kita hemat. Tidak usah lihat-lihat orang lain, tidak usah tuding sana, tuding sini. Mulai dari diri kita, cukup hemat atau tidak. Ya listrik, BBM, air, telpon, dan sebagainya," kata dia.
Â
Dikatakan, apabila Indonesia bisa berhemat energi, maka ekonomi nasional dapat diselamatkan. "Subsidi tidak habis untuk pemborosan kita menggunakan energi itu. Dua-duanya kena, lingkungan kena, ekonomi kena, kesejahteraan rakyat kena," katanya.
(Rani Hardjanti)