JAKARTA - PT Aneka Gas Industri terpaksa memangkas total emisi obligasi total emisi obligasi menjadi Rp240 miliar dari sebelumnya Rp330 miliar. Sebab, kondisi pasar surat utang tengah bergejolak seiring kenaikan BI rate.
Obligasi Aneka Gas terdiri atas obligasi konvensional sebesar Rp80 miliar dan sukuk ijarah senilai Rp160 miliar. "Jadi, total emisinya hanya Rp240 miliar sesuai permintaan yang masuk," kata Dirut Andalan Artha Advisindo (AAA) Sekuritas Andri Rukminto, saat dihubungi okezone, di Jakarta, Senin (7/7/2008).
AAA sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) obligasi Aneka Gas. Semula, emisi obligasi itu terdiri dari obligasi konvensional Rp80 miliar dan sukuk ijarah Rp250 miliar.
Menurut Andri, obligasi Aneka Gas diterbitkan dengan bunga 14,5 persen. Sebab, investor menginginkan bunga tinggi, seiring kondisi pasar surat utang yang belum kondusif. Dia mencontohkan bank Muamalat juga memberikan bunga obligasi sebesar 14,5 persen karena yield Surat Utang Negara (SUN) saat ini masih tinggi.
Dia mengakui, bunga 14,5 persen pada obligasi Aneka Gas merupakan hasil pembentukan harga (bookbuilding) belum lama ini. Perseroan juga sudah memperbaiki prospektus terkait turunnya emisi obligasi menjadi Rp240 miliar.
Sekadar diketahui, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah mengeluarkan pernyataan efektif untuk obligasi Aneka Gas pada pekan lalu. Rencanannya, pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan 8 Juli 2008. (ade)
(Rani Hardjanti)