JAKARTA - Produsen bahan baku pembuat deterjen PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) menargetkan penjualan hingga akhir tahun 2008 tumbuh 5-10 persen.
"Namun, pada semester kedua tahun ini perolehan penjualan tidak akan sebesar semester pertama. Harga minyak di semester II-2008Â tidak setinggi semester I lalu," ujar Direktur Utama PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) Yani Alifen saat dihubungi, di Jakarta, Selasa (23/9/2008).
Selain itu, pada semester I-2008, perseroan mengalami peningkatan penjualan hingga 24 persen menjadi USD200,4 juta dari periode yang sama tahun 2007 sebesar USD161,2 juta.
Begitu halnya dengan laba bersih yang melonjak 18 kali lipat, atau 17,817 persen dari USD0,1 juta menjadi USD18,1 juta.
Menurut Yani, lonjakan pertumbuhan tersebut disebabkan tingginya harga crude oil pada paruh pertama pertama 2008 sehingga berimbas pada peningkatan harga jual. Naiknya harga jual membuat penjualan perseroan ikut melonjak.
Selain itu, pertumbuhan juga dipicu peningkatan produksi menjadi 59.982 metrik ton (MT) atau naik 11 persen dari 53.839 MT. "Tahun ini kami menargetkan produksi sebanyak 120 ribu MT. Produksi di semester II tidak akan terlalu jauh dari semester I," ulas Yani.
Unggul Indah merupakan perusahaan yang memproduksi Alkylbenzene (AB), yang merupakan salah satu bahan aktif dalam pembuatan deterjen. Perseroan merupakan produsen tunggal AB di kawasan Asia Tenggara dengan kapasitas produksi terpasang mencapai 270 ribu MT, atau terbesar dalam satu lokasi di kawasan Asia Pasifik.
Selain bergerak di industri kimia, UNIC melalui anak perusahaannya PT Wiranusa Grahatama, mengembangkan sebuah komplek gedung apartemen di kawasan pusat bisnis Jakarta.
Sementara itu, harga bahan aktif pembuat deterjen, alkylbenzene pada semester I-2008 naik sekira 30 persen. Kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi pemicu kenaikan harga tersebut. "Pada akhir semester I harganya USD2.000 per ton," katanya.
Yani mengatakan, kenaikan harga hingga 30 persen itu disebabkan naiknya harga minyak mentah dunia. "Kami memang sangat tergantung pada naik-turunnya harga minyak mentah," kata Yani.