JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk menunggu keputusan kurator terkait proses likuidasi Bank Indover dan penyelamatan portofolio perseroan sebesar USD27 juta. Selain itu menunggu perkembangan pasar dan membutuhkan waktu terkait hal tersebut.
"Kita sudah melihat prosesnya secara langsung di Amsterdam dan tingal menunggu verifikasi maupun keputusan terkait Bank Indover. Kita tunggu proses likuidasinya," kata General Manager Internasional BNI Ery Unanto, kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (10/12/2008).
Ery menuturkan, penyelamatan aset di Indover tergantung kondisi pasar dam keputusan akhir Pengadilan Belanda. Namun, dia belum mengetahui waktu yang tepat penyelesaian kasus tersebut.
Proses penyelesaian dimulai dari keputusan mediasi hingga pailit yang membutuhkan waktu empat sampai enam minggu. Ditambah penjualan aset maupun verifikasi debitor yang membutuhkan waktu tahunan.
"Mungkin baru awal 2009 mengetahui jumlah debitor dan diproses kembali. Selain itu sangat tergantung dari pasar. Kalau pasar terus turun, maka aset juga turun," paparnya.
Kendati demikian, perseroan sudah melakukan pencadangan terhadap aset di Bank Indover dan berharap proses berjalan lancar sehingga bisa memperoleh asetnya kembali.
Sebelumnya Direktur Treasury dan Internasional BNI Bien Subiyantoro menuturkan, perseroan mendukung langkah penyelamatan Bank Indover oleh Bank Indonesia (BI) sebagai pemilik. Eksposure BNI yang tersangkut mencapai USD27 juta terdiri dari ikut serta dalam sindikasi kredit sebesar USD10 juta yang berasal dari BNI Hong Kong dan BNI Singapura.
Sedangkan total sindikasi tersebut sebesar USD119 juta. Selain itu eksposure yang di tempatkan pada money line sebesar USD14 juta. Dana tersebut berasal dari BNI London sebesar USD10 juta dan BNI Hong Kong sebesar USD4 juta.
"Kami juga memiliki time deposit di Bank Indover sebesar dua juta euro milik BNI Hong Kong. Karena di Hong Kong belum bisa menempatkan euro, maka ditempatkan dulu di Bank Indover yang berkedudukan di Amsterdam, Belanda. Kita tetap menanti aksi menyelamatkan Indover," paparnya.
Bien menambahkan, perseroan juga menempatkan rekening nostrow di Bank Indover namun bekerjasama dengan Deutsche Bank senilai 545 ribu euro.
(Rani Hardjanti)