EBITDA Indofood Agri Meningkat 183%

Candra Setya Santoso, Jurnalis
Rabu 29 April 2009 10:14 WIB
Foto: corbis
Share :

JAKARTA - Indofood Agri Resources Ltd (IndoAgri) pada kuartal I-2009 membukukan laba sebelum biaya bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) yang meningkat hingga 183,47 persen menjadi Rp652 miliar atau setara USD85 juta, bila dibandingkan kuartal IV-2008 sebesar Rp230 miliar atau setara USD30 juta.

Hal tersebut diungkapkan CEO dan Executive Director IndoAgri Mark Wakeford, dalam keterbukaan informasi di BEI, Jakarta, Rabu (29/4/2009).

Seluruh unit usaha grup menunjukkan peningkatan kinerja dibandingkan kuartal sebelumnya, terutama disebabkan oleh kenaikan harga CPO (Rotterdam CIF) dari rata-rata USD512 per ton di kuartal IV-2008 menjadi USD577 per ton di kuartal I-2009.

Sementara itu, perusahaan juga berhasil menurunkan kerugian kurs menjadi Rp95 miliar dari Rp247 miliar pada kuartal IV-2008, serta pertumbuhan volume yang kuat pada segmen minyak goreng.

"Lonjakan harga CPO sebesar 13 persen dari kuartal IV-2008, telah meningkatkan nilai penjualan, kami pada kuartal I-2009, dan meningkatkan marjin kami dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, terutama pada divisi perkebunan," ungkapnya.

Volume penjualan minyak goreng naik dua persen menjadi 97.890 metrik ton di kuartal I-2009. Sementara itu, volume penjualan margarin tumbuh sebesar 24 persen menjadi 45.387 MT.

"Marjin laba kotor kami juga mengalami kenaikan menjadi 41 persen di kuartal ini, meningkat dari 35 persen di kuartal sebelumnya," ujarnya.

Dibandingkan dengan kuartal pertama 2008, pendapatan IndoAgri turun sebesar 30 persen, karena penurunan harga CPO sebesar 50 persen, dari rata-rata harga USD1.156 per ton di kuartal I-2008 menjadi USD577 per ton di kuartal I-2009.

Namun demikian, Indroagri membukukan kenaikan marjinal satu persen pada volume penjualan CPO, sedangkan volume penjualan margarin menunjukkan pertumbuhan 14 persen, dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu.

Marjin laba kotor mengalami penurunan dari 43 persen di kuartal I-2008 menjadi 41 persen di kuartal I-2009, akibat turunnya harga jual hasil perkebunan, serta minyak goreng dan lemak nabati.

Namun demikian, laba usaha divisi minyak goreng dan margarin meningkat 57 persen menjadi Rp122 miliar di kuartal pertama 2009, karena peningkatan dalam operasional.

Sebagai informasi, Indofood Agri Resources Ltd merupakan perusahaan tercatat di papan utama Bursa Efek Singapura, merupakan kelompok usaha agribisnis yang terintegrasi secara vertikal dan produsen minyak goreng dan lemak nabati dengan merek-merek terkemuka di Indonesia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya