JAKARTA - Membaiknya sentimen dalam negeri membuat rupiah terus berlari kencang mendekati Rp9.100. Sentimen positif itu, yakni aliran dana asing (hot money) yang masuk ke Tanah Air.
Rupiah pada perdagangan Senin (3/8/2009) ditutup di level Rp9.120-Rp9.390 per USD atau menguat dibanding Rp9.920-Rp9.420 per USD.
Selain aliran hot money, rupiah juga merespons data inflasi yang masih dinilai terkendali oleh pelaku pasar. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi Juli sebesar 0,45 persen.
Di pasar valuta, dolar Amerika melemah secara luas pada sesi perdagangan Jumat 31 Juli 2009, tertekan oleh aliran perdagangan akhir bulan dan setelah rilis data GDP dan aktivitas bisnis di kawasan Midwest pada Juli, yang memicu harapan akan recovery ekonomi.
Aliran transaksi perdagangan akhir bulan terjadi karena investor melakukan rebalanced atas posisi portofolio mereka, yang memberikan tekanan kepada dolar Amerika dan volatilitas yang tajam pada pergerakan mata uang. Dolar Amerika melanjutkan depresiasinya setelah key technical point terpecahkan.
Dolar Amerika mencatat level terendah tahun ini, selain karena data GDP, juga karena menguatnya harga minyak mentah dunia, stabilnya harga saham di bursa New York.
(Rani Hardjanti)