JAKARTA - PT Pos Indonesia merevisi target pendapatannya untuk tahun 2009 menjadi 80 persen dari target semula yang sebesar Rp3,7 triliun. Hal ini disebabkan oleh terhambatnya masalah investasi yang terlambat sehingga revisi anggaran menjadi suatu hal yang mesti dilakukan. Untuk tahun 2008 sendiri PT Pos Indonesia membukukan pendapatan sebesar Rp2,4 triliun.
"Sebenarnya kita punya target optimistis. Ini bisa kita capai kalau investasi bisa dilakukan. Masalahnya rencana invetasi terlambat sehingga yang kami lakukan revisi anggaran yang tadinya diharapkan pendapatan sekira Rp3,7 triliun, akan kita reduce sekira 80 persen dari target itu," ujar Direktur Utama PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana, seusai pelantikan pengurus 4 BUMN, di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (12/8/2009).
Mengenai masalah kinerja PT Pos Indoensia, diakuinya dia pun menyatakan dirinya masih belum puas meskipun secara statsitik, hingga saat ini hasil yang dicapai sudah meningkat dibanding tahun sebelumnya. Dia merasa komitmen PT Pos Indonesia untuk melekat di hati masyarakat justru malah semakin jauh dari masyarakat.
"Yang terpenting sekarang adalah memperluas market, bagaimana membuat PT Pos melekat di hati masyarakat, selama ini menjadi jauh dengan masyarakat. Ini kita lakukan untuk meningkatkan revenue kita, mengurangi cost. Di sisi lain, mengurangi beban biaya dengan meningkatkan produktivitas PT Pos sehingga kita bisa mengefisiensikan PT Pos," ungkapnya.
Dia pun mengungkapkan, pendapat PT Pos meningkat sekira 28 persen untuk semester I-2009, selain itu PT Pos pun mampu menekan biaya dengan tingkat pertumbuhan biaya hanya sekira empat persen. "Pendapat meningkat sekira 28 persen untuk semester I-2009. Tapi cost bisa kita tekan, cost hanya tumbuh sekitar empat persen," tukasnya.
(Rani Hardjanti)