JAKARTA - Lapangan gas LNG Tangguh ditargetkan akan mengirimkan 16 kargo kepada pembelinya di POSCO & K-Power, Sempra, dan Fujian hingga akhir 2009.
Saat ini, dari LNG Tangguh baru mengirimkan tiga kargo sejak 6 Juli 2009 lalu. Diperkirakan penerimaan negara dari ekspor LNG tersebut adalah sekira USD2-3 juta hingga akhir tahun.
Demikian disampaikan oleh Kepala BP Migas R Priyono dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2009).
Adapun target produksi dari lapangan gas Tangguh untuk gas sebesar 52.162 BBTU atau setara dengan 143 BBTU per hari; kondensat sebesar 455 ribu barel atau setara dengan 1.245 barel per hari.
Dalam kesempatan yang sama, VP Communication & External Affair BP Indonesia I Ngurah Kresnawan menyampaikan, kondisi Lapangan Tangguh saat ini masih dalam keadaan shutdown karena adanya kerusakan beberapa peralatan pada awal pengoperasian.
"Itu tantangan normal pada saat start up. Status saat ini memang sedang shutdown, dalam beberapa hari ke depan pada September ini akan restart up," ungkapnya.
Diharapkan, setelah proses start up selesai maka produksi akan secara bertahap mencapai kapasitas 100 persen hingga akhir tahun.