Harga IPO BTN Ditetapkan Rp800

Andina M & Widi Agustian, Jurnalis
Jum'at 04 Desember 2009 16:36 WIB
Foto: Ist.
Share :

JAKARTA - Perusahaan bank pelat merah Bank Tabungan Negara (BTN) menetapkan harga saham perdananya (Initial Public Offering/IPO) senilai Rp800 per lembarnya.

"IPO BTN sudah selesai dan berlangsung bagus memuaskan dengan harga terendah Rp750 dan tertinggi Rp1.100 per lembaar saham, tercapai. Kemarin kita putuskan harga yang diambil harga Rp800 per lembar saham," ujar Menneg BUMN Mustafa Abubakar, saat temu wartawan di Gedung Kemenneg BUMN, Jakarta, Jumat (4/12/2009).

Menurutnya, dari masa penawaran ini terdiri dari investor asing dan lokal. Namun, porsi asing dibatasi maksimum 40 persen dari target IPO, sedangkan 60 persen merupakan porsi nasional.

"Jamsostek juga masuk. Jadi Insya Allah pada 17 Desember nanti resmi listing perdana di Bursa Efek Indonesia. Mudah-mudahan dapat lebih memicu kita," harapnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama Evi Firmansyah menjelaskan, harga tersebut diputuskan pada 3 Desember 2008 dalam rapat antara kementrian BUMN, manajemen BTN, dan penjamin pelaksana emisi, PT Mandiri Sekuritas dan PT CIMB Securities Indonesia.

Di mana Jumlah saham yang akan dikeluarkan adalah sebanyak 2,36 miliar saham. Dan perolehan dana hasil IPO ini akan dipergunakan untuk memperkuat modal sehingga perseroan memperluas ekspansi kredit ke depannya.
 
"Dengan demikian diharapkan dapat berimbas positif terhadap kenaikan laba bersih Perseroan," ungkapnya.

Dengan pelepasan sebesar 2,36 miliar saham atau setara dengan 27,08 persen saham, dengan rincian 24,48  persen akan diperuntukan untuk publik dan sisanya sebesar 2,60 persen dialokasikan untuk program MSOP. Harga yang ditawarkan berkisar 1,5-2,2 price to book value (PBV) yaitu antara Rp750-Rp1.100 per unit. Dari proporsi keseluruhan jumlah saham yang ditawarkan, sebesar 60 persen pembeli merupakan investor lokal dan sisanya adalah asing.

Dana publik yang terserap diharapkan dapat meningkatkan rasio kecukupan modal Perseroan menjadi 27 persen dari yang sebelumnya sebesar 15,04 persen dengan emikian perseroan akan mengalami pertambahan modal menjadi sebesar Rp 5 trilyun dari yang sebelumnya Rp3,4 triliun sehingga hal ini bisa membuat laverage penyaluran kredit Perseroan menjadi sebesar 60 trilyun," ungkap Evi Firmansyah kembali.

Rangkaian roadshow IPO BTN bukan saja sukses diselenggarakan di beberapa kota besar di Tanah Air seperti Jakarta, Medan, Palembang, Makassar, Semarang dan Surabaya namun juga ke beberapa kota-kota besar dunia seperti Singapura,
Kuala Lumpur, Hong Kong, Frankfurt, Amsterdam, London dan Edinburgh . Dari kunjungan ke beberapa negara tersebut terlihat bahwa saham BTN ternyata menarik minat yang tinggi dari kalangan investor luar negeri.

"Saat ini kami menguasai pangsa pasar 99 persen untuk pembiayaan rumah subsidi dan 25,3 persen untuk seluruh pembiayaan perumahan. Fakta ini menguatkan konsistensi kami untuk turut membantu program pemerintah dalam penyediaan perumahan yang layak bagi masyarakat. Dalam upaya mempertahankan sekaligus meningkatkan ekspansi kredit yang lebih luas lagi, kami perlu memperkuat modal perseroan. Untuk itulah maka kami memilih IPO," tambahnya.

BTN mencatat pertumbuhan kredit yang tinggi. Dalam 3 tahun terakhir, posisi kredit BTN mengalami pertumbuhan rata-rata (CAGR) sebesar 33,1 persen.
 
Sepanjang tahun 2009 hingga bulan September, BTN telah berhasil menyalurkan kredit baru sebesar Rp. 10,21 triliun dengan komposisi kredit perumahan sebesar 66,09 persen dan kredit nonperumahan sebesar 33,01 persen, sehingga total posisi kredit per September 2009 mencapai Rp36,32 tirliun atau tumbuh sebesar 26,75 persen YoY.

Total asset perseroan per September 2009 sebesar Rp51,50 triliun atau tumbuh sebesar 20,24 persen YoY dibandingkan posisi September 2008 sebesar Rp42,80 triliun. Sementara itu Capital Adequacy Ratio (CAR) perseroan per September 2009 adalah 15,04 persen (credit risk) atau 14,89 persen (market risk).

Perseroan juga berhasil menjalankan fungsi intermediasi dengan baik. Hal ini terlihat dari Loan to Deposit Ratio (LDR) yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2006 LDR Perseroan sebesar 83,75 persen, tahun 2007 sebesar 92,38 persen, lalu pada tahun 2008 sebesar 101,83 persen dan 113,08 persen pada September 2009.

BTN berhasil mengelola portofolio kredit yang berkualitas. Non Performing Loan (NPL) gross Perseroan pada tahun 2006 adalah sebesar 3,91 persen, tahun 2007 sebesar 4,05 persen, tahun 2008 sebesar 3,20 persen dan per September 2009 sebesar 4,03 persen. Sampai dengan laporan per September 2009, Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 324 miliar. Sementara itu, pada September 2009 BTN membukukan Return On Equity (ROE) sebesar 17,27 persen dan Net Interest Margin (NIM) sebesar 4,41 persen. Pada September 2009, Perseroan berhasil mencatat peningkatan equity menjadi Rp 3,40 trilyun. Jumlah ini masih akan bertambah sebab hasil IPO sepenuhnya akan digunakan untuk memperkuat equity perusahaan.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya