65,1% Saham Pembuat Bir Bintang Dijual ke Belanda

Candra Setya Santoso, Jurnalis
Senin 07 Desember 2009 16:37 WIB
Foto: Corbis
Share :

JAKARTA - PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI), Asia Pacific Breweries Limited (APBL), dan Heineken International BV telah menandatangani kesepakatan pengambilalihan sekira 13.716.570 saham biasa atau setara 65,1 persen modal di tempat dan ditempatkan perseroan dan 723.120 depository receipts perseroan senilai Rp2,232 triliun.

Depository receipts diterbitkan oleh Hollandsch Administratiekantoor BV yang mewakili 3,4 persen modal ditempatkan dan disetor ke perseroan. Harga final tersebut akan disesuaikan pada saat penutupan transaksi.

"Harga final dan harga rupiah per saham biasa Multi Bintang akan disepakati dan diumumkan kepada publik paling lambat dua hari kerja sebelum penutupan transaksi pengembalian yang dimaksud," ungkap Chief Executive Officer MLBI Roland Pirmez, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Senin (7/12/2009).

Pengambilalihan tersebut akan dilaksanakan tergantung dari diperolehannya persetujuan dari pihak berwenang di Indonesia dan di negara lain yang termasuk pemegang saham APBL. "Transaksi tersebut dilakukan hari ini, 7 Desember 2009," pungkasnya.

Sebagai informasi, APBL dan Heineken International BV adalah sebuah perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Belanda dan mempunyai kantor pusat do Tweede Weteringplantsoen 21, 1017.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk adalah perusahaan pembuat bir terkemuka di Indonesia, yang memproduksi dan atau memasarkan serangkaian produk bermerek, termasuk Bir Bintang, Bintang Zero, Heineken, Guinness Foreign Extra Stout dan Green Sands. Perseroan mengoperasikan pabrik bir di Sampang Agung (Mojokerto) dan Tangerang, sementara anak perusahaan PT MuIti Bintang Indonesia Niaga mempunyai kantor - kantor penjualan dan pemasaran di seluruh kota-kota besar, dari Medan di Sumatra Utara sampai Jayapura di Papua.

Pada penutupan perdagangan IHSG sore ini, harga saham dengan kode emiten MLBI melonjak signifikan sebesar Rp24.500 atau setara 14,04 persen ke posisi Rp199.000 per lembar sahamnya.

 

(Candra Setya Santoso)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya