JAKARTA - MEC Coal dan MEC Infra, perusahaan patungan antara Otoritas Investasi Ras Al Khaimah dan MEC Holdings telah mengajukan proposal pembangunan jalur kereta api sepanjang 130 km untuk memfasilitasi transportasi bahan mentah dan produk jadi dari dan ke Kabupaten Kutai Timur di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.
Â
Proyek ini mendapat dukungan sepenuhnya dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia dan pemerintah daerah setempat, baik dari provinsi Kalimtanan Timur maupun Kabupaten Kutai Timur.
Â
Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan Putra Mahkota dan Wakil Penguasa Ras Al Khaimah HH Sheikh Saud Bin Saqr Al Qasimi, diumumkan bahwa jalur kereta api swasta pertama di Indonesia telah siap dibangun.
Â
Presiden Yudhoyono dan HH Sheikh Saud didampingi oleh Kepala BKPM Gita Irawan Wirjawan, Group CEO MEC Holdings Madhu Koneru, Managing Director & CEO, Infrastructure Leasing & Financial Services Limited (IL&FS) Hari Sankaran, dan Ketua, Presiden dan CEO SavageCANAC Corporation Allen Alexander.
Â
†Kerja sama ini akan menciptakan beragam manfaat bagi pembangunan ekonomi daerah di Kalimantan Timur. Selain itu, juga menciptakan dampak positif bagi penanaman modal dari Timur Tengah di masa depan,� kata SBY, dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, di Jakarta, Selasa (15/12/2009).
Â
MEC Infra sendiri akan menginvestasikan USD1 miliar untuk membangun koridor jalur kereta api sepanjang 130 kilometer yang menghubungkan lokasi pertambangan di Muara Wahau ke wilayah perairan laut Bengalon.
Â
Terlepas dari persepsi tertentu tentang Indonesia, MEC Infra dapat membeli dan melakukan pembebasan lahan untuk keseluruhan koridor jalur kereta api sepanjang 130 km tersebut dalam beberapa bulan.
Â
Pertambangan dan jalan kereta api MEC berperan sangat penting terhadap pembangunan beragam fasilitas komplek industri terpadu yang di dalamnya termasuk pembangkit tenaga listrik berbahan bakar batu bara dari tambang MEC, pabrik pengolahan smelter alumunium, pabrik pupuk, dan terminal bongkar muat batu bara kapasitas tinggi dengan total investasi senilai USD5 miliar.
Â
†Kami sangat berterima kasih kepada Presiden Yudhoyono dan Gita Wirjawan, atas visi, kepemimpinan dan dukungannya untuk proyek pembangunan infrastruktur penting ini,� kata HH Sheikh Saud.
Â
Dia menambahkan bila jenis inisiatif proyek publik-swasta, Timur Tengah dan Indonesia ini adalah contoh luar biasa atas apa yang dapat dicapai saat seluruh aspek fundamental yang ada dapat diterima oleh seluruh pihak yang terlibat.
Â
"Proyek ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pembangunan masyarakat Kalimantan Timur, sementara pada saat yang sama dapat melayani kebutuhan energi kawasan negara-negara sekitar, khususnya India dan China,� ujar Sheik Saud.
Â
MEC telah merumuskan kemitraan strategis dengan para pemimpin industri untuk merealisasikan visi †Mines to Market�. Group CEO MEC Holdings Madhu Koneru, melihat penunjukan para pemimpin industri tersebut sebagai sebuah pengakuan terhadap masa depan Indonesia yang berkembang dengan cepat.
Â
"Investasi ini menandakan sebuah bentuk kepercayaan yang sangat besar dari sudut pandang penanam modal bahwa Indonesia memiliki potensi kerja sama strategis jangka panjang,� tukas Gita.