JAKARTA - Nilai tukar rupiah diprediksi akan menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (30/12/2009). Walau nampaknya penguatan tersebut tidak akan signifikan.
"Rupiah masih akan stabil, dengan kecenderungan menguat," kata analis valas Toni Mariano saat dihubungi okezone, di Jakarta, Rabu (30/12/2009).
Menurutnya, penguatan tersebut tidak lepas dari pengaruh positif yang dibawa oleh tren kenaikan jangka pendek dari indeks harga saham gabungan (IHSG) beberapa waktu ini. "Saham juga kan masih positif," tambahnya.
Selain itu, nilai tukar dolar juga masih mengalami pelemahan terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Menurutnya, dolar juga akan kembali mengalami pelemahan pada Januari mendatang, kebalikan dari penguatannya yang terjadi di awal Desember lalu.
Seperti dikutip dari Valbury Securities, USD menguat atas yen di sesi perdagangan Senin kemarin namun melemah atas euro, karena investor ragu atas prospek penguatan USD selanjutnya setelah melakukan rally.
Fokus perhatian dari banyak perusahaan adalah bahwa USD akan berlanjut menguat di bulan depan setelah melakukan rebound dari level terendah 14 tahun atas yen pada November.
The ICE Futures’s dollar index, nilai besaran USD terhadap enam mata uang utama lainnya, menguat hampir empat persen sepanjang Desember menjadi performa terbaiknya sejak Februari.
Sebelumnya, rupiah pada perdagangan kemarin, Selasa (29/12/2009) sore ditutup kian menguat ke posisi Rp9.440 per USD dibanding perdagangan akhir pekan lalu di level Rp9.455,5 per USD.
(Candra Setya Santoso)