JAKARTA - Penutupan indeks harga saham gabungan (IHSG) akhir 2009, hanya berhasil naik 15,362 poin atau setara 0,61 persen ke posisi 2.534,356. Penguatan indeks dimotori oleh saham unggulan tertentu ini menjadi indikator pendukung rebound-nya indeks saham sore ini.
Selain itu, penguatan juga didukung oleh menghijaunya sejumlah sektor yang dipimpin oleh sektor manufaktur yang menguat hanya sebesar 6,26 poin, sedangkan saham sektor pertambangan dan perkebunan terkoreksi masing-masing 18 poin dan 4,72 poin. Sedangkan, Jakarta Islamic Indeks (JII) naik tipis 0,718 poin ke posisi 417,182 dan indeks LQ45 naik 2,743 poin ke posisi 498,288.
Volume perdagangan saham Rabu (30/12/2009) sore tercatat sebanyak 2,803 miliar lembar saham senilai Rp2,111 triliun, dengan total transaksi mencapai 63.996 kali. Saham yang ditutup menguat 102 jenis saham, melemah 80 jenis saham, dan stagnan 84 jenis saham.
Saham-saham yang ditutup menguat atau top gainer, antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp850 ke posisi Rp21.550, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp750 menjadi Rp34.700, PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) naik Rp500 ke level Rp2.500, serta PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp300 ke posisi Rp13.700.
Saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TMBS) turun Rp800 ke posisi Rp3.250, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp150 ke posisi Rp31.800, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp100 ke posisi Rp22.750, dan PT Tri Polyta Indonesai Tbk (TPIA) turun Rp100 ke posisi Rp2.200.
Sementara itu bursa regional terpantau bergerak melemah, antara lain indeks Nikkei 255 anjlok 91,62 poin atau setara 0,86 persen ke posisi 10.546,44, indeks Shanghai Composite di China berhasil naik 50,84 poin ke posisi 3.262,60, dan indeks Hang Seng turun tipis 2,82 poin ke posisi 21.496,62. Namun, indeks Seoul Composite menguat 10,29 poin ke level 1.682,77.
(Candra Setya Santoso)