JAKARTA - Indonesia mendapat komitmen pasokan LNG dari Qatar untuk memenuhi kebutuhan pasokan gas di Indonesia. Namun, sayangnya belum ada kepastian mengenai berapa besaran komitmen tersebut.
"Saya enggak ikutan bisnisnya, tapi Qatar sudah bersedia untuk memprioritaskan indonesia," ujar Dirjen Migas Evita Legowo, di kantor Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (31/12/2009).
Dia menyatakan, untuk saat ini peluang untuk impor LNG terbuka lebar karena kebutuhan yang sangat mendesak. "Kalau menurut saya, kita tidak menutup kemungkinan untuk impor," tambahnya.
Meskipun Indonesia memiliki potensi lapangan LNG, namun menurutnya belum akan bisa dikembangkan dalam waktu dekat. Dengan alasan beberapa lapangan belum bisa dikembangkan karena alasan keekonomian.
"Kita masih kekurangan gas, kekurangan ini enggak berhenti begitu saja. Harus menunggu sampai punya lapangan-lapangan baru. Itu bisa dikembangkan kalau memenuhi keekonomiannya, kalau enggak memenuhi ya enggak bisa dikembangkan," pungkasnya.
Sebagai informasi, pemerintah mencatat produksi gas bumi Indonesia periode Januari-Juli 2009 mencapai 8.274 MMSCFD yang diproduksikan dari 43 Wilayah Kerja (WK) Kontrak Kerja Sama.
Pemerintah telah merencanakan untuk mengalokasikan gas bumi dalam bentuk LNG guna membantu pemenuhan kebutuhan gas bumi di daerah Jawa dan Sumatera Utara melalui pembangunan LNG Receiving Terminal di lepas pantai Jawa Barat dan Sumatera Utara. Pasokan LNG untuk domestik tersebut direncanakan akan terealisasi pada 2012.