JAKARTA - Pembangunan infrastruktur dalam lima tahun ke depan diyakini akan lebih baik ketimbang pembangunan di lima tahun kemarin. Ini karena sudah direvisinya kebijakan terkait infrastruktur sehingga tidak ada hambatan yang prinsipil.
"Pembangunan infrastruktur lima tahun mendatang akan lebih baik. Kebijakan sudah kita revisi, sehingga tidak ada hambatan yang prinsipil dengan hal tersebut. Sangat sering saya memimpin pertemuan antara para menteri dengan para gubernur," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2010 di Gedung BEI, Jakarta, Senin (4/1/2010).
Menurutnya, sumber pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur sudah disusun yakni public private partnership. Di mana infrastruktur yang tidak memiliki nilai bisnis yang tinggi, maka pemerintah yang bertanggung jawab. "Yang memiliki nilai bisnis yang tinggi maka biar investor yang masuk," ujarnya.
Maka dari itu, ada upaya untuk mengajak masyarakat luas untuk bekerja sama dalam membangun fasilitas umum yang saat ini dinilai sudah membaik. Di mana secara persuasif sudah bisa dilaksanakan.
"Saya senang banjir kanal timur sudah selesai. Ruas jalan-jalan yang macet sudah terkendali. Jangan ada makelar-makelar yang menahan, karena masyarakat juga yang menanggung akibatnya," tandasnya.
Di sisi lain, dia mengatakan bahwa dirinya sudah mengatakan kepada menteri ESDM, Menneg BUMN, dan PLN agar listrik pada 2010 yang masih biarpet sudah tidak ada lagi.