JAKARTA - Pemegang saham pengendali PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI), Heineken bakal segera melepaskan sebanyak 65 persen kepemilikannya di MLBI kepada Asia Pacific Breweries Limited (APB). Nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai Rp2,23 triliun.
Finance Director and Corporate Secretary MLBI Jasper Hamaker menjelaskan masih ada beberapa tahap lagi yang harus diselesaikan dalam proses transfer kepemilikan MLBI kepada APB.
"Kita masih harus menuntaskan beberapa tahap lagi, diharapkan dalam waktu 14 hari transaksi ini sudah bisa closing," katanya di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (27/1/2010).
Dijelaskannya, sebanyak 81,12 persen pemegang saham MLBI telah menyetujui rencana transaksi tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang telah diselenggarakan hari ini.
Dia mengungkapkan, nilai keseluruhan transaksi pelepasan saham tersebut mencapai Rp2,230 triliun. Heineken melepas sebanyak 65 persen atau sebanyak 13.716.570 saham MLBI dengan harga pelaksanaan sebesar Rp2,107 juta per lembar saham.
Nilai transaksi tersebut termasuk juga pelepasan sebanyak 723.120 saham Depository Receipt milik Heineken yang berada di Belanda. Saat ini harga saham perseroan diperdagangkan sebesar Rp180 ribu per lembar saham.
Saat ini Heineken menguasai sekira 75 persen saham MLBI. Setelah APB resmi memiliki 65 persen saham MLBI maka perseroan akan segera melakukan mandatary tender offer (MTO) untuk menambah kepemilikan 10 persen lagi.
"Nanti MTO akan diberlakukan kepada seluruh pemegang saham. Mengenai harga tender offer kami belum tahu, bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari harga transaksi sekarang," jelasnya.
Dalam RUPSLB, juga telah diputuskan penambahan dua anggota komisaris yaitu Roland Firmez dan Koh Poh Tiong. Roland merupakan Chief Executive Officer APB yang berbasis di Singapura. Sementara, Koh adalah salah seorang Direktur APB. Pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Cosmas Batubara sebagai Komisaris Independen merangkap Presiden Komisaris MLBI.