JAKARTA - Aksi demo massal 28 Januari yang digelar serentak dalam menyikapi program 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono, belum memberikan imbas ke pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini. Sejumlah investor nampaknya sudah mengantisipasi tersebut.
Pengumuman Bank Sentral Amerika AS (The Federal Reserve) yang mempertahankan kembali rekor suku bunga super rendahnya di kisaran 0-0,25 persen disinyalir menjadi pemicu penguatan IHSG.
"Aksi demo enggak pengaruh ke indeks, karena sudah diantisipasi sebelumnya, jadi tidak berpengaruh signifikan ke indeks. The Fed dan regional yang bergerak menguat pagi ini jadi sentimen positif tentunya," ujar analis riset Reliance Securities Gina Novrina Nasution, saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Kamis (28/1/2009).
Sementara, bursa regional cenderung bergerak menguat, antara lain indeks Nikkei 255 berhasil naik 133,91 poin atau setara 0,21 persen ke posisi 10.385,99, indeks Shanghai Composite di China menguat 10,056 poin ke posisi 2.996,65, dan indeks Hang Seng melonjak 358,77 poin ke posisi 20.391,84. Begitu pula indeks Seoul Composite juga naik 16,67 poin ke level 1.642,44.
Hingga perdagangan IHSG tepat pukul 10.45 JATS, indeks saham 28,749 poin atau setara 1,12 persen ke level 2.593,938. Sementara itu indeks LQ45 naik 6,377 poin ke posisi 506,964 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) menguat 5,889 poin ke posisi 427,143.
Indeks saham kian bersemangat jika dibandingkan pembukaan saham pagi tadi. Saham-saham unggulan bergerak menguat terutama saham grup Astra dan sedikit banyak memberi imbas positif terhadap pergerakan indeks saham pagi ini. Volume perdagangan saham pagi tercatat sebanyak 1,337 miliar lembar saham senilai Rp1,151 triliun dengan total transaksi mencapai 25.670 kali.
(Candra Setya Santoso)