Pencapaian Pertumbuhan Ekonomi 4,4% Dianggap Rapuh

Andina Meryani, Jurnalis
Selasa 09 Februari 2010 17:40 WIB
Share :

JAKARTA - Pengamat Ekonomi ECONIT Hendri Saparini menilai pencapaian pertumbuhan ekonomi pada 2009 yang diprediksi mencapai 4,3-4,4 persen justru dianggap sebagai pertumbuhan ekonomi yang rapuh.

Pasalnya, pertumbuhan ekonomi tersebut dinilai tidak mampu menggerakkan sektor riil secara utuh dan menyerap lapangan kerja. Sementara itu, pemerintah justru cukup berani untuk memaksimalkan aliran dana asing (hot money) sehingga terjadi penguatan rupiah dan peningkatan cadangan devisa.

"Pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi 2009 dengan masuknya hot money untuk meningkatkan mata uang rupiah, cadangan devisa padahal cost-nya tinggi. Itu bukan pertumbuhan ekonomi yang cukup tangguh, apalagi rapuh" ujarnya seusai acara Deklarasi Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), di Perpustakaan Nasional, Jalan Salemba, Jakarta, Selasa (9/2/2010).

Lebih lanjut dia menyatakan bahwa hasil dari pertumbuhan ekonomi tersebut justru tidak terdapat keadilan bagi masyarakat kelas bawah karena tidak terasa dampaknya. Sebagai contoh, faktor pengangguran masih menjadi PR besar karena pertumbuhan di sektor industri yang menyerap tenaga kerja justru semu. Sektor manufaktur diperkirakan tumbuh 1,6 persen dan sektor pertanian diperkirakan tumbuh 3,4 persen.

"Dua sektor yang menyerap tenaga kerja tidak benar-benar menyerap tenaga kerja. Manufaktur tumbuh 1,4 persen dan Pertanian tumbuh 3,4 persen, tapi itu juga bukan dengan pertanian rakyat. Di situ lah terdapat ketidakadilan hasil-hasil pertumbuhan ekonomi," tandasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya