JAKARTA - Rupiah mengakhiri perdagangan hari ini dengan pelemahan. Hal ini anomali dengan perdagangan saham yang berhasil ditutup rally, walau tipis.
Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), pada perdagangan Selasa (23/2/2010) ditutup di level Rp9.318 per USD dibanding perdagangan sebelumnya, di level Rp9.292 per USD.
Melemahnya rupiah, terjadi akibat dolar yang masih cenderung diminati investor, baik saat risk-appetite sedang meningkat (karena prospek positif dari AS sendiri) ataupun saat terkonsolidasi (karena sejumlah kekhawatiran global) yang kembali memperkuat peran safe haven-nya.
Sementara, menurut Valbury Securities, konsolidasi risk-appetite di pasar Eropa dan AS semalam, karena kekhawatiran terhadap outlook suku bunga AS yang akan menghambat langkah pemulihan ekonominya. Selain itu juga kekhawatiran lebih lanjut dari langkah-langkah China memperketat kebijakan moneter dan perbankannya, serta belum hilangnya concern defisit Yunani.
Kekhawatiran tersebut masih berisiko membayangi pergerakan bursa saham Asia hari ini dan pekan ini, meskipun Senin kemarin bursa Asia mengalami lonjakan mengikuti reaksi positif di bursa Wall Street (akhir pekan kemarin) terhadap kenaikan discount rates AS.
(Rani Hardjanti)