JAKARTA - Wakil Presiden Boediono mengungkapkan bila krisis global yang terjadi belakangan ini telah memberikan banyak pelajaran bagi bangsa Indonesia.
"Akhir-akhir ini, krisis telah memberikan pelajaran yang banyak. Krisis global. Bagi kita, saya kira dapat pelajaran cukup penting bagi negara yang memiliki pasar dalam negeri cukup besar, dibanding dengan negara-negara lain di sekitar kita," ungkapnya, saat pembukaan Raker Kemendag, di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (4/3/2010).
Menurutnya, konsep keseimbangan antara pasar domestik dan luar negeri sangat penting. Tentunya, dengan strategi yang terbaik adalah mendorong ekspor setinggi-tingginya di mana memanfaatkan pasar luar negeri.
"Kalau perlu, kita jadi bagian dari suatu global supply chain. Hanya buat sekrup aja, tapi sekrup buat pasar seluruh dunia. Itu nilai lebih tinggi dari kalau kita bangun suatu produk hanya untuk pasar kita," jelasnya.
Hal ini dianggapnya bagus dan memang di berbagai negara, terutama negara yang tidak punya opsi untuk mengembangkan pasar dalam negerinya, yakni dengan opsi memaksimalkan pemanfaatan pasar luar negeri. Akhirnya, hal ini menjadi satu link dan mata rantai satu proses produksi global supply chain.
"Hanya saja itu terjadi kalau pasar globalnya stabil. Kalau tiba-tiba krisis global kemarin enggak anjlok, enggak mungkin produksi sekrup saja untuk global dia bisa survive, ekspornya bisa meningkat atau PDB-nya bisa dipertahankan," paparnya.
Oleh sebab itu, dia berharap adanya keseimbangan dalam negeri yang harus dibangun, serta bukan hanya Indonesia sebagai bagian dari global supply chain saja.
"Pasar dalam negeri juga harus membaik diikuti dengan produksinya. Kalau enggak ada kaitannya ya lepas lagi. Oleh sebab itu, ini adalah kesempatan lima tahun ke depan bagi jajaran kementerian perdagangan. Untuk memikirkan ke sana, dengan instansi lain, bagaimana kita bisa menemukan keseimbangan, memanfaatkan perdagangan luar negeri dan dalam negeri dalam suasana yang pas bagi bangsa kita untuk menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk dari sisi perdagangan," paparnya.