JAKARTA - Rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditengarai akan berimbas pada kenaikan tarif Kereta Rel Listrik (KRL).
Kepala Bidang Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), Johanita Cekle mengatakan, pihaknya belum memastikan akan adanya kenaikan tarif KRL ekonomi maupun AC.
Namun, jika kebijakan kenaikan TDL itu terealisasi, tentunya akan berimbas pada KRL. Sebab, bahan bakar utama untuk menggerakkan KRL adalah listrik. ”Kami belum bisa mengomentari, tapi kalau listriknya naik tentu akan ada pertimbangan tersendiri,” ujar Johanita, di Jakarta, akhir pekan ini.
Untuk itu, lanjut Johanita, pihaknya akan segera melakukan pembahasan terkait kebijakan PLN tersebut. ”Memang belum ada kenaikan, tapi kami akan segera melakukan pembahasan mengenai hal tersebut,” tuturnya.
Johanita melanjutkan, saat ini PT KCJ tengah melakukan perbaikan-perbaikan pelayanan. Sehingga apabila nantinya memang harus menaikkan tarif maka pihaknya akan mengupayakan peningkatan pelayanan.
Salah satu pengguna KRL, Sahmad Sabran mengatakan, tidak setuju dengan adanya kenaikan tarif KRL. Sebab, pelayanan yang diberikan belum sesuai dengan tarif yang diberlakukan.
Dia melanjutkan dengan tarif yang ada saat ini PT KCJ belum mampu memberikan kenyamanan bagi konsumen. ”Bagaimana nanti kalau ada kenaikan lagi, bisa-bisa penumpangnya mengamuk,” tuturnya.
Ahmad menegaskan, yang harus dilakukan sebelum menaikkan tarif tentunya adalah peningkatan pelayanan terlebih dahulu. Mulai dari kebersihan dan kenyaman di stasiun karena penumpang yang biasa naik merasa tidak nyaman.
”Seperti saya naik dari Depok, stasiunnya kotor dan banyak pedagang kaki limanya. Mereka banyak menempati tempat duduk yang mestinya disediakan untuk menunggu kereta,” paparnya.
Humas PT KA, Adi Suryatmini menegaskan, kebijakan kenaikan tarif KRL itu sepenuhnya di tangan PT KCJ selaku pengelola. Namun, dia tidak membantah adanya isu kenaikan tarif untuk KRL. ”Saya belum mendengarnya, tapi kemungkinan akan naik bila TDL naik. Karena bahan bakarnya itu listrik,” tukasnya. (helmi syarif)