CIKAMPEK - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VI menargetkan pendapatannya lebih besar dibandingkan di 2009 yang hanya Rp1,9 triliun, yakni sebesar Rp2 triliun pada tahun ini.
Hal tersebut disampaikan Direktur Produksi PTPN VI Rafendi Sibagariang di sela Rapat Kerja Kedeputian Bidang Agro Industri, Kehutanan, Kertas, Percetakan dan Penerbitan, di pabrik Pupuk Kujang, Cikampek, Senin (22/3/2010).
Saat ini PTPN VI juga sedang menggelar tender untuk mendirikan dua unit pabrik kelapa sawit pada tahun ini. Rafendi menuturkan dua pabrik sawit tersebut memiliki kapasitas yang berbeda, pertama berkapasitas 50 ton tandan buah segar (TBS) per jam, sedangkan kedua berkapasitas 30 ton TBS per jam.
"Nilai kedua unit pabrik kelapa sawit tersebut mencapai Rp100 miliar. Rencananya akan kita dirikan di Jambi. Sekarang masih tender, ya diperkirakan setahun untuk waktu pembangunannya. Jadi, diharapkan pada awal triwulan pertama 2011 mulai dapat beroperasi," terang Rafendi.
Mengenai target pendapatan perusahaan tahun ini, dia mengungkapkan sebesar Rp110 miliar. Pada tahun lalu, Rafendi juga mengatakan PTPN VI mampu meraup laba sebesar Rp136 miliar.
"Tahun ini juga kita berinvestasi senilai Rp200 miliar. Nantinya, akan kita gunakan untuk pengembangan perusahaan dan penambahan kelapa sawit di Jambi dan Pasaman, Sumatera Barat," kata Rafendi.
Dirinya juga menyatakan kalau saat ini PTPN VI memiliki lima unit pabrik dengan total kapasitas produksi sebesar 230 ton TBS per jam. Dia juga mengatakan saat ini 95 persen pendapatan PTPN VI masih ditopang oleh kelapa sawit.