JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan laba setelah pajak sebesar Rp7,2 triliun atau tumbuh 34,7 persen secara year on year (YoY).
Hal tersebut dipaparkan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo, dalam paparan publik laporan keuangan triwulan IV-2009, di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (22/3/2010).
Peningkatan laba didukung oleh peningkatan operasional pendapatan bunga sebesar 19,3 persen, fee based income yang tumbuh 21,7 persen atau sebesar Rp5,67 triliun, serta biaya yang terkendali.
Sementara untuk kredit meningkat Rp24 triliun atau 13,8 persen dari Rp174,5 triliun menjadi Rp198,5 triliun. Jumlah dana murah meningkat sebesar Rp22,5 triliun atau 13,7 persen dari Rp104 triliun menjadi Rp186,5 triliun. Untuk kreidt investasi tercatat sebesar Rp12,2 triliun.
Pertumbuhan kredit tersebut mendorong pertumbuhan asset sebesar 10,1 persen. Ada pun untuk dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp319,6 triliun atau naik Rp30,5 triliun dan tumbuh 10,5 persen peningkatan triliun.
"Intinya di 2009 kinerja Bank Mandiri baik karena realisasi lebih baik dari yang kita persiapkan. Karena sebenarnya kita sudah mempersiapkan yang lebih buruk," pungkasnya.