Realisasi Investasi Kelapa Sawit Asing Hanya USD1,5 M

Widi Agustian, Jurnalis
Senin 22 Maret 2010 18:00 WIB
Kepala BKPM Gita Irawan Wirjawan. Foto: Koran SI
Share :

JAKARTA - Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi asing atau penanaman modal asing (PMA) sektor perkebunan dan industri kelapa sawit (CPO) sebanyak 71 proyek senilai USD1,5 miliar.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penananaman Modal (BKPM) Gita Irawan Wirjawan dalam siaran persnya yang disampaikan di Jakarta, Senin (22/3/2010).

"Sebanyak 20 izin usaha tetap (IUT) senilai USD226,93 juta (2005), 17 IUT senilai USD477,91 juta (2006), 16 IUT senilai USD330,05 juta (2007), 11 IUT senilai USD224,64 juta (2008), dan tujuh IUT senilai USD245,77 juta (2009)," jelas dia.

Sementara itu, BKPM juga mencatat memberikan persetujuan investasi asing atau penanaman modal asing (PMA) untuk sektor perkebunan dan industri kelapa sawit sebanyak 187 proyek senilai USD8,12 miliar selama lima tahun terakhir.

Adapun 19 proyek USD630,99 juta (2005), 30 proyek USD924,15 juta (2006), 44 proyek USD1,69 miliar (2007), 55 proyek USD2,19 miliar (2008), dan 39 proyek USD2,68 miliar (2009).

Lebih jauh, data BKPM mencatat pada periode yang sama, realisasi investasi domestik atau penanaman modal dalam negeri (PMDN) PMDN tercatat, sebanyak 105 IUT senilai Rp22,75 triliun. Yaitu sebanyak 25 IUT senilai Rp5,18 triliun (20005), 26 IUT senilai Rp6,03 triliun (2006), 21 IUT senilai Rp6,41 triliun (2007), 15 IUT senilai Rp1,88 triliun, dan 18 IUT senilai Rp3,24 triliun.

Padahal, BKPM mencatat persetujuan PMDN sektor perkebunan dan industri kelapa sawit periode 1 Januari 2005-31 Desember 2009, sebanyak 143 proyek senilai Rp76,55 triliun. Yaitu sebanyak 26 proyek dengan nilai Rp6,79 triliun pada 2005, 17 proyek Rp8,54 triliun (2006), 41 proyek Rp22,34 triliun (2007), 33 proyek Rp20,16 triliun (2008), dan 26 proyek Rp18,72 triliun (2009). (wdi)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya