JAKARTA - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) meminta pelaku pasar untuk mewaspadai dana asing yang masuk ke Indonesia. Pasalnya, dana asing saat ini tengah membanjiri Indonesia.
Ketua Bapepam LK Ahmad Fuad Rahmany mengatakan, meski dana asing membanjiri Indonesia, namun belum saatnya membatasi dana asing tersebut masuk ke dalam negeri. “Tidak perlu ada pembatasan dana asing. Kita justru harus kelola dengan baik,” kata dia di Jakarta, kemarin.
Lebih lanjut dia menjelaskan, banjirnya dana asing ke dalam negeri didorong membaiknya kondisi ekonomi dan politik di Tanah Air. Selanjutnya, masuknya dana asing ke Indonesia akan terus terjadi jika iklim investasi di Indonesia kondusif dan situasi ekonomi terus membaik. “Yang penting, kita memberikan daya tarik yang tetap baik, maka asing akan lebih lama berinvestasi di tempat kita,” ujarnya.
Kendati tidak perlu ada pembatasan dana asing, namun menurut Fuad, pelaku pasar perlu mewaspadai dana asing yang sewaktu-waktu dapat ditarik keluar.
“Namun, mewaspadai itu kan bukan berarti menolak tapi kita harus lebih siaplah. Kita buat langkah-langkah dan kebijakan yang menguntngkan . Jadi, bagamaina kita mengelola asing masuk sebanyak-banyaknya demi keuntungan bangsa kita,” papar dia.
Sementara itu, kepemilikan asing di surat utang negara (SUN) hingga saat ini sudah lebih dari 21 persen dibanding akhir tahun lalu. Akhir tahun lalu, posisi kepemilikan asing di instrumen tersebut mencapai Rp108 triliun.
Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto sebelumnya menegaskan, meski jumlah investor asing di SUN meningkat signifikan hingga saat ini, namun pemerintah tidak berencana membatasi kepemilikan asing pada instrumen tersebut.
“Tidak ada pembatasan. Memang pelaku pasar SUN yang paling aktif adalah investor asing dan peran mereka menjadi pengerak pasar,” kata dia.
Menurut dia, pembatasan merupakan kebijakan pasar yang sangat tidak bersahabat dan bisa menjatuhkan kepercayaan pasar. Namun, untuk mengimbangi peranan asing, pemerintah berupaya melakukan perluasan basis investor domestik melalui berbagai cara, di antaranya diversifikasi instrumen dan melakukan penetrasi pasar tertentu.
Rahmat memperkirakan, situasi ini akan terus berlanjut selama kepercayaan investor tetap terjaga serta kebijakan ekonomi keuangan yang konsisten untuk mempertahankan pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.
“Kenaikan peringkat utang Indonesia oleh Moody’s dan S&P merupakan bukti keberhasilan pemerintah dalam mengelola perekonomian, khususnya dalam melewati krisis,” tutur dia.