Susul IHSG, Rupiah Menuju Rp9.100

Widi Agustian, Jurnalis
Senin 29 Maret 2010 07:55 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA - Optimisme investor yang terlihat dari indeks harga saham gabungan (IHSG) yang mampu menembus level 2.800 nampaknya akan menular pada nilai tukar rupiah pada awal pekan ini.

Kepala Ekonom BNI Tony Prasetiantono menuturkan dana asing masih akan masuk (hot money) ke pasar modal Indonesia dan akan mendorong rupiah menguat hingga menyentuh level Rp9.100.

"Saya yakin level Rp9.100 cuma tinggal menunggu sedikit waktu saja. Dan itu bisa saja terjadi awal pekan ini," kata Tony saat dihubungi okezone di Jakarta, Senin (29/3/2010).

Selain dari indeks yang sudah menggeliat lebih dahulu, dia menjelaskan jika sentimen positif awal pekan juga akan mendukung penguatan rupiah tersebut. "Saya kira bisa menyentuh Rp 9.100. Di awal pekan suka timbul semangat baru atau sentimen positif. Ini paralel dgn gairah di pasar modal di mana IHSG sudah tembus level psikologis baru di atas 2.800," ucapnya.

Ditambah lagi dengan kondisi Thailand yang menjadi saingan Indonesia dalam penyerapan dana asing yang sedang mengalami ketidakstabilan politik. Alhasil, hot money akan semakin membanjiri pasar modal Indonesia.

"Saya yakin ini masih bisa berlanjut, apalagi Thailand sebagai salah satu kompetitor utama kita untuk urusan hot money, sedang mengalami instabilitas dan ketidakpastian politik yang besar, sehingga membuat Indonesia menjadi pilihan investment venue yang atraktif bagi investor asing," papar Tony.

Sebelumnya, berdasarkan data kurs tengah Bank Indonesia (BI) akhir pekan lalu, Jumat (26/3/2010) rupiah menguat ke level Rp9.136 per USD, dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya di level Rp9.138 per USD.Sementara dari yahoofinance, rupiah ditutup pada level Rp9.121 per USD, setelah sebelumnya ditutup pada Rp9.126 per USD.

Sekadar mengingatkan kondisi global, menguatnya euro tidak berlangsung lama setelah Trichet mengkritik rencana bantuan ke Yunani ternyata melibatkan IMF, dolar Amerika kembali menguat. Penguatan USD berlanjut terhadap mayoritas mata uang utama dunia karena peran safe-haven di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar.

Penguatan dolar Amerika kembali menyebabkan tekanan pada harga komoditas. Harga minyak mentah dunia masih terkoreksi di area USD80 sementara harga emas masih diperdagangkan di bawah level psikologis USD1.100.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya