JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan di awal pekan ini. Akhirnya indeks saham benar-benar kembali turun ke bawah level 2.800.
Pada perdagangan, Senin (29/3/2010) IHSG mengalami pelemahan sebanyak 18,31 poin atau 0,65 persen ke posisi 2.794,77. Di mana sebanyak 97 saham harganya turun, 96 saham harganya naik dan 90 saham tidak berubah. Nilai transaksi perdagangan tercatat Rp4,049 triliun, sementara volume perdagangan tercatat sebanyak 5,676 lembar saham.
Indeks LQ45 terpantau juga mengalami pelemahan sebanyak 4,2 poin ke 544,46, begitu juga dengan Jakarta Islamic Index (JII) yang turun sebanyak 0,99 poin ke 445,97.
Seluruh sektor terpantau mengalami pelemahan, di mana sektor konsumsi turun 6,84 poin, manufaktur turun 5,75 poin, dan sektor perkebunan turun 4,345 poin. Dan hanya sektor pertambangan yang mengalami penguatan hingga 32,8 poin, yang menahan indeks saham tidak melemah lebih dalam lagi.
Sementara itu, indeks Nikkei turun sebanyak 9,9 poin atau 0,09 persen ke 10.986,47, indeks Hang Seng malah naik 184,3 poin ke 0,88 persen ke 21.237,43, serta indeks Straits Times naik 18,6 poin atau 0,064 persen ke 2.924,88.
Saham yang mengalami pelemahan (top looser), antara lain adalah saham PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp550 ke Rp42.600, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) Turun Rp450 ke Rp17.350, PT Indosat Tbk (ISAT) turun Rp250 ke Rp5.500, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp200 ke Rp24.200.
Sementara saham yang mengalami kenaikan harga (top gainer), antara lain PT Schering Plough Indonesia Tbk (SCPI) naik Rp6.000 ke Rp36.000, PT Merck Tbk (MERK) naik Rp2.000 ke Rp74.000, PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) naik Rp275 ke Rp4.700 serta saham PT London Sumatera Plantations Tbk (LSIP) naik Rp200 ke Rp9.750.
(Widi Agustian)