JAKARTA - Optimisme nampaknya masih akan mewarnai pasar modal Indonesia. Sehingga, dana asing yang masuknya diproyeksikan masih akan membuat rupiah meneruskan penguatannya pada hari ini.
"Rupiah masih cenderung menguat, kedepannya akan tembus Rp9.030," kata Ketua Currency Management Board Farial Anwar kepada okezone, di Jakarta, Rabu (31/3/2010).
Dia menjelaskan jika Indonesia, sebagai salah satu negara berkembang Asia memang tengah menjadi sorotan investor asing. Dimana tingkat suku bunganya yang tinggi menjadi daya tarik bagi para pemburu keuntungan tersebut.
"Dana asing masih akan masuk, ke pasar saham, surat utang negara (SUN)," jelas dia.
Disisi lain, dia menjelaskan tren di pasar valas internasional sekarang ini adalah dolar AS yang tengah melemah. Dimana sekarang ini, mata uang euro tengah dilanda optimisme akibat krisis Yunani yang nampaknya sudah menemukan jalan keluar.
Dimana EU-SUMMIT akhir minggu kemarin menghasilkan rencana bantuan bilateral dari negara-negara anggota Uni Eropa dan juga ECB, serta ditambah bantuan dari IMF jika memang kondisinya memburuk.
Alhasil, USD menjadi terkoreksi karena meningkatnya kembali risk-appetite kemarin, mendorong penguatan harga minyak secara signifikan hingga ke atas area USD82 per barel kembali. Harga emas juga rebound dan bertahan di atas area USD1.100 per troy ounce.
"Rupiah ini akan terus menguat asal Bank Indonesia (BI) tidak camput tangan," tambah Farial.
Sebelumnya, berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), Selasa (30/3/2010), rupiah justeru menguat ke Rp9.070, jika dibandingkan sebelumnya yang berada di Rp9.090. Sementara menurut yahoofinance, rupiah melemah sebanyak lima poin menuju level Rp9.090, sementara rupiah diperdagangkan di kisaran Rp9.063-Rp9.090.
(Candra Setya Santoso)