JAKARTA - Rupiah kembali terkoreksi dan berada pada posisi Rp9.100 pada hari ini. Tampaknya, setali tiga uang dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang kembali dihantam aksi ambil untung (profit taking) investor.
Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), Rabu (31/3/2010), rupiah justru melemah ke Rp9.115 per USD, jika dibandingkan sebelumnya yang berada di Rp9.110 per USD. Sementara berdasarkan data yahoofinance, rupiah melemah menuju level Rp9.092,5, sementara rupiah diperdagangkan di kisaran Rp9.161-Rp9.069.
Seperti dikutip dari Valbury Securities, penguatan kembali dolar Amerika kemarin dari rilis positif data ekonomi AS semalam menghambat rebound emas, dan memicu koreksi kembali mendekati level psikologis USD1.100.
Dalam enam pekan terakhir, menurut sejumlah pengamat pasar, emas diperdagangkan dalam kisaran sempit karena minimnya insentif tradisional, seperti lemahnya mata uang dan inflasi. Sementara pada kuartal I-2010 ini, emas masih mencatat kenaikan, namun hanya di bawah satu persen ini merupakan kenaikan kuartalan terendahnya sejak akhir 2008.
Prospek dimulainya kenaikan suku bunga tahun ini masih akan membatasi kenaikan harga emas. Dan pola chart sebagai gambaran teknikal menunjukkan masih ada potensi penurunan untuk emas lebih lanjut di kuartal ke depan. Bahkan Adam Hewison, presiden MarketClub.com, indikator teknikal menunjukkan harga emas akan berada dalam kisaran USD1.050 sampai dengan USD1.200 pada 2010 berjalan ini.
(Candra Setya Santoso)