AS Lobi China, Aliran Dana ke RI Bisa Berkurang

Widi Agustian, Jurnalis
Rabu 14 April 2010 16:19 WIB
Foto : Koran SI
Share :

JAKARTA - Langkah Amerika Serikat melobi pemerintah China untuk merevaluasi mata uang Yuan (renminbi) bakal meningkatkan nilai mata uang negara-negara di kawasan Asia.

Kepala Riset Asia ING Sekuritas Timothy Condon menjelaskan jika hal itu terjadi, maka akan mengakibatkan terjadinya koreksi di bursa saham di Asia termasuk Indonesia.

"Aliran uang yang masuk (capital inflow) ke pasar modal semakin berkurang," katanya di Jakarta, Rabu (14/4/2010).

Munculnya, wacana revaluasi yuan kembali menguat pasca anjloknya ekspor AS kepada Global pada 2009 lalu, di mana nilai yuan yang sangat murah membuat China menguasai pasar ekspor global.

"Sehingga akan menekan bursa saham yang sangat dipengaruhi pada lemahnya nilai tukar dalam negeri," paparnya.

Desakan pemerintah negeri Paman Sam itu kembali hadir setelah adanya pertemuan  bilateral antara Presiden Obama dan PM Cina Hu Jintao jelang KTT Nuklir di Wahington untuk mengaplikasikan kebijakan nilai tukar yang lebih sesuai dengan orientasi pasar.

Condon memperkirakan, rupiah akan menguat hingga menembus level Rp8.900 per USD dan itu akan bertahan sampai akhir tahun.

Namun, penguatan rupiah ini dia yakini tidak akan menembus level Rp8.500. "BI akan mempertahan nilai tukar rupiah guna melindungi ekspor," pungkasnya.(adn)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya