JAKARTA - Porsi penggunaan baja sebagai bahan baku untuk industri automotif nasional masih terbilang kecil, yakni hanya lima persen.
"Automotif kebutuhan nasional untuk baja sebanyak 236 ribu ton untuk hot rolled coil (HRC) per tahun. Kalau cold rolled coil (CRC) 239 ribu ton per tahun. Kita hanya punya share lima persen. Share HRC lima persen, CRC lima persen," kata Direktur Pemasaran Krakatau Steel (KS) Irvan Kamal Hakim di Jakarta, Selasa (27/4/2010).
Maka dari itu, Irvan menuturkan, pihaknya menargetkan untuk bisa meningkatkan porsi penggunaan baja di industri automotif menjadi 10 persen.
"Produksi kendaraan di Indonesia, untuk motor sekira enam juta unit per tahun, tapi untuk kendaraan roda empat berbagai kategori itu kira-kira 500 ribu unit per tahun. Kita sedang berupaya keras untuk meningkatkan porsi kita di segmen automotif. Sebagian besar masih impor. Dan biasanya dominasinya adalah dari prinsipal Jepang," ujarnya.
Untuk merealisasikan hal tersebut, Irvan akan melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait. Dia juga akan meminta bantuan dari pemerintah Indonesia untuk mengupayakan agar Jepang mau menggunakan baja produksi Indonesia.
"Makanya kita concern bagaimana melihat kembali IJEPA. Kita akan improve kemampuan kita sedemikian rupa. Kita akan diskusi secara teknis dengan Kemenperin, Sucofindo, dan Kemendag untuk meyakini bahwa ada beberapa komponen dari beberapa produk yang memang mampu diproduksi di dalam negeri. Hanya memang ini membutuhkan keinginan dari kedua belah pihak, bukan hanya kami sebagai produsen domestik tapi juga pemakai," imbuhnya.
Irvan mencontohkan, pihaknya telah melakukan kerja sama yang baik dengan Hino manufakturing. Di mana, KS, kata dia, telah mendukung produksi kendaraan keluaran Hino.
"Contoh yang baik yang kami lakukan adalah dengan Hino manufakturing. Hubungan kami sangat baik dengan Hino manufakturing. Kenaikan produksi daripada Hino manufakturing, kita bisa imbangi dengan produksi hot rolled coiled untuk kebutuhan sasis. Hampir 100 persen kebutuhan sasis produk Hino dari KS," papar dia.
Selain Hino, KS, lanjutnya, juga memproduksi baja bagi prinsipal kendaraan lain, seperti Toyota Motor manufakturing, Daihatsu, dan juga beberapa produsen komponen automotif.