BANDUNG - Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dikhawatirkan memacu kenaikan ongkos produksi manufaktur yang kebanyakan berasal dari Jawa Barat.
Hal tersebut akan berimbas pada ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan. Untuk menghindari PHK, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta pejabat perusahaan memotong gajinya.
"Sedapat mungkin kita menahan jangan sampai ada PHK. Caranya, perkecil gaji orang-orang besar di perusahaan," kata Heryawan kepada wartawan di sela acara Ekspo Pemuda Mandiri di Lapangan Gasibu Bandung, Kamis (1/7/2010).
Heryawan mengatakan, semua orang pasti khawatir dengan imbas kenaikan TDL. Jawa Barat, kata dia, salah satu daerah yang paling khawatir.
"Sangat berasalan Jabar paling khawatir. Apa sebabnya? Setiap ada krisis, kebijakan dalam dan luar negeri yang terkait komponen dunia usaha, Jabar yang pertama khawatir. Karena 65 persen manufaktur ada di Jabar," kata Heryawan.
Meski begitu, kata Heryawan, masalah itu sudah dibicarakan dengan semua pihak yaitu lembaga tripartit. Semua pihak sepakat untuk menahan adanya PHK.