PRETORIA - Sebagai negara yang memiliki banyak komoditas, Indonesia sudah saatnya mengembangkan sayap merambah negara-negara berkembang lainnya seperti Afrika Selatan (Afsel). Banyak yang bisa digarap di pasar Afsel dengan menggunakan komoditas unggulan Indonesia.
Duta Besar RI untuk Afrika Selatan Sjahril Sabaruddin mengatakan bahwa sudah saatnya Indonesia melirik Afsel sebagai tujuan ekspor pasar non-tradisional.
"Afsel sangat menjanjikan bila kita bisa mengembangkan ekspor pasar non tradisional. Kita kalah cepat dengan China, Malaysia, Thailand dan Vietnam. Mereka sudah melihat peluang ini sejak lama," tegas Sjahril ketika menerima kunjungan okezone di kantornya, Pretoria, Afrika Selatan, Jumat (2/7/2010).
"Banyak sekali peluang yang bisa dikembangkan. Contohnya palm oil, tenaga kerja, kertas, automotif, permen, mie instant, garmen, kopi dan furniture. Ini cukup terbuka dan diminati. Saya harapkan ada investor dari Indonesia yang jeli melihat peluang ini," lanjut pria 62 tahun ini.
Hubungan politik internasional Indonesia dan Afrika Selatan sudah terjalin dengan baik. Itu pun diakui oleh Presiden Afsel Jacob Zuma, yang sudah bertemu langsung dengan Presiden SBY beberapa waktu lalu. Kini, tinggal mempererat hubungan di bidang ekonomi dan perdagangan.
"Afsel sangat mengagumi kekayaan budaya dan sumber daya Indonesia. Ini adalah celah yang harus dimanfaatkan. Kita punya keunggulan di sektor pertanian dan garmen yang sanga mungkin dikembangkan," lanjut Sjahril.
Untuk itu Sjahril mengharapkan pemerintah Indonesia dalam hal ini Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu bisa menjajaki peluang perdagangan. Ini bisa dimulai dengan kunjungan kenegaraan dengan menggandeng pengusaha-pengusaha Indonesia yang berminat melebarkan sayap ke Benua Hitam ini.
(Widi Agustian)