JAKARTA - Kota metropolitan DKI Jakarta ternyata masih tetap menjadi target utama para investor asing untuk menanamkan modalnya di negeri ini.
Hal ini terlihat dari laporan Realisasi Investasi PMDN-PMA Triwulan II BKPM yang mencatat investasi di DKI Jakarta dari Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai
USD1,9 miliar dari 370 proyek.
Ini disampaikan Kepala BKPM Gita Wirjawan saat saat konferensi pers tentang laporan Realisasi Investasi PMDN-PMA Triwulan II 2010 di Kantor BKPM, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (28/7/2010).
"Realisasi penanaman modal asing (PMA) yang utama berdasarkan lokasi proyek menurutnya yaitu DKI Jakarta dengan nilai investasi USD1,9 miliar dari 370 proyek," ujarnya.
Menyusul DKI Jakarta, terdapat beberapa kota lain yang menjadi sasaran investor asing, antara lain Jawa Timur sebanyak USD0,5 miliar dari 29 proyek, Papua sebesar USD0,2 miliar dari delapan proyek, Bali sebesar USD0,2 miliar dari 69 proyek, dan lain-lain sebesar USD1 miliar dengan 673 proyek.
Sedangkan untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN), propinsi Jawa Timur tercatat sebagai propinsi terbesar yang menerima PMDN tersebut. Berdasarkan laporan realisasi investasi PMDN BKPM triwulan II-2010, tercatat nilai investasi Jawa Timur sebesar Rp5,1 triliun dari 32 proyek.
"Selain Jawa Timur, ada Kalimantan Timur dengan nilai Rp3,7 triliun dari 13 proyek, Jawa Barat sebesar Rp1,5 triliun dari 34 proyek, Riau sebanyak Rp0,8 triliun dari 38 proyek, dan lain-lain Rp4,1 triliun dengan 263 proyek," papar Gita.
Sementara realisasi penyerapan tenaga kerja di triwulan II-2010 disebutkannya mencapai 211.040 orang yang terdiri dari proyek PMDN sebanyak 92.331 orang dan PMA sebanyak 118.709 orang.