JAKARTA - Dipilihnya Darmin Nasution secara aklamasi sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) oleh Komisi XI DPR-RI menimbulkan polemik. Partai Golkar adalah partai yang terbilang lantang mengkoreksi hal tersebut.
Partai berlambang pohon beringin ini pun menilai aneh dengan sikap fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang pasif terkait hal tersebut.
"Justru di sini Golkar yang sangat kritis, PDI-P malah tidak bersuara. Watak kita memang kritis, kita memang mengkritisi proses ini sejak dari awal, anehnya pula kalau Golkar jadi sasaran, malah ada fraksi yang tidak bersuara dan tidak ditanya wartawan," ucap Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya (Golkar) Idrus Marham, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/7/2010).
Persoalan tersebut, diperkirakannya menjadi suatu proses yang harus dihargai karena sudah sangat kritis dan melalui proses yang panjang. "Data dan fakta sudah sedemikian diungkap, jadi saya kira itulah catatan-catatan yang kita berikan. Kan ada catatannya juga, Saya kira itu pandangan saya," katanya.
Rapat yang digelar oleh fraksi partai Golkar di ruang VIP II pada saat skorsing bertujuan untuk mengetahui pendapat masing-masing anggota.
"Kami tadi mengonfirmasikan semua pandangan-pandangan dari catatan yang ada. Kita tidak terbiasa menerima instruksi, ada dinamika-dinamika yang harus kita hargai. Tetapi bila nanti ada keputusan ya harus kita samakan," timpalnya.
Namun demikian, ketika ditanyakan apa keputusan dari Fraksi partai golkar, dirinya menyerahkan sepenuhnya ke paripurna. "Keputusannya nanti di sidang paripurna," kilahnya.