IHSG Terpuruk, Rupiah Berjaya di Rp8.952

Widi Agustian, Jurnalis
Jum'at 30 Juli 2010 16:21 WIB
Ilustrasi. Foto: Koran SI
Share :

JAKARTA - Berbeda dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terpuruk, nilai tukar rupiah justeru menguat hingga menembus level psikologis Rp9.000 per USD pada akhir bulan ini.

Berdasarkan data kurs tengah Bank Indonesia (BI), Jumat (30/7/2010), rupiah berhasil ditutup di Rp8.952 per USD, menguat dibandingkan hari sebelumnya yang ada di posisi Rp9.002 per USD. Sementara menurut yahoofinance, rupiah berada pada level Rp8.952,5 per USD dengan kisaran perdagangan harian Rp8.940-Rp8.960 per USD.

Seperti dikutip dari valbury Securities, euro atas USD menguat sejak awal perdagangan global kemarin didukung oleh data economic sentiment regional Juli yang melonjak ke level tertinggi selama 28 bulan dan turunnya tingkat pengangguran Jerman di periode yang sama.

Kedua data tersebut kontras dengan indikator ekonomi AS yang belakangan ini mayoritas menunjukkan tekanan ekonomi, sehingga memberikan benefit untuk euro atas USD. Pasar juga masih akan menanti data gross domestic product (GDP) kuartal II AS nanti malam, dan dipastikan akan memicu fluktuasi nilai tukar global.

Setelah beberapa kali jatuh bangun bertahan di atas areal 1,3000 per USD bulan ini, Kamis kemarin akhirnya euro berhasil melejit hingga level tertinggi selama 12 minggu di 1,3106 per USD sebelum diperdagangkan di 1,3070 an di penutupan Kamis kemarin.

Hal ini mengakumulasi kenaikan euro atas USD sepanjang Juli ini hingga tujuh persen, dan sekaligus berpotensi mendorong euro atas USD memasuki fase retracement dari gerak downside-nya belakangan ini.

USD juga tertekan atas yen Jepang hingga lebih dari 0,5 persen ke level 86,55/58 per USD. Bahkan Kiwi dolar (NZD) pun bangkit dari tekanannya yang terjadi setelah bank sentral Selandia Baru menaikkan suku bunganya sebanyak 25 bps ke level tiga persen, namun sambil memberikan warning terhadap potensi langkah kenaikan yang gradual. Nilai tukar dolar Selandia Baru ini berhasil rebound sekir 0,5 persen ke areal 0,7250 per USD dari tekanannya di sekira 0,7200 per USD.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya