November, ELTY End Offer 2 Proyeknya

Rheza Andhika Pamungkas, Jurnalis
Sabtu 14 Agustus 2010 09:44 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) akan segera melakukan serah terima kepada pemilik (end offer) pada November 2010 untuk proyek Aston Bogor and Resort yang memiliki nilai investasi Rp250 miliar.

"Proyek Aston Bogor and Resort sendiri saat ini penjualannya sudah sold out 80 persen," ujar Direktur Utama ELTY Hiramsyah S. Thaib kepada wartawan di sela acara buka puasa bersama di Rasuna Episentrum, Kuningan, Jakarta, Jumat  (13/8/2010).

Sedangkan untuk proyek Cluster Grand Harmoni di Bogor Nirwana Residence dengan luas 40 ha sebanyak 1.200 unit akan diserah terimakan pada sekitar Oktober-November 2010.

Menurutnya, proyek tersebut bernilai Rp400 miliar yang telah mulai dibangun pada 26 Januari 2010.

"Sepanjang 2010 ini hampir setiap bulan kita ada penyelesaian proyek-proyek yang dilaksanakan. Contohnya pada Maret 2010 kita meresmikan Epiwalk, Bakrie Tower pada April 2010, Juni ada proyek Sentral Timur, Agustus kita resmikan Epicentrum Walk Office Suites, di September-Oktober ada beberapa proyek yang kita selesaikan salah satunya Cluster Grand Harmoni," ungkapnya.

Selain itu, dalam beberapa bulan ke depan perseroan juga akan segeta meresmikan proyek Truman Legian Nirwana di Bali yang bernilai investasi Rp400 m. Saat ini penjualannya sudah sold out 80 persen.

Selain itu, seperti diketahui, ELTY juga akan melakukan right issue di semester II-2010. Dana dari right issue tersebut akan digunakan untuk pengembangan proyek perseroan yang saat ini telah memiliki land bank sekitar 15 ribu hektar di kawasan Lido, Jonggol, dan Bogor Nirwana Residence.

"Luas tanahnya sekitar 15 ribu ha atau kurang dari seperlima luas Jakarta. Saat ini Bukit Jonggol sudah resmi kepemilikannya ke kita dengan 51 persen sahamnya yang kita miliki bernilai Rp1,3 triliun, Bukit Sentul juga sudah dimiliki sahamnya 20 persen. Dan perseroan juga akan bangun jalan tol untuk menghubungkan wilayah tersebut," tambahnya.

Menurutnya, ekspansi usaha tersebut dilakukan sebagai antisipasi booming di sektor properti yang diyakninya akan terjadi di 2012.

"Dan kami juga masih memiliki cashflow yang belum digunakan sebesar Rp300 miliar diluar biaya yang kami siapkan. Dengan dana tersebut maka dipastikan kebutuhan dana untuk tiga tahun ke depan sudah aman," pungkasnya.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya