JAKARTA - PT CIMB Securities Indonesia resmi menjadi penjamin emisi (underwriter) penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) PT Borneo Lumbung Energy. Rencananya, perusahaan di sektor komoditas ini akan listing (pencatatan perdana) pada akhir Oktober 2010.
“Borneo akan melepas saham ke publik hingga sekira 30 persen,” kata Direktur Utama CIMB Securities Indonesia Bernard Thien, di Jakarta belum lama ini.
Dia mengatakan, selain CIMB Securities, Borneo telah menunjuk PT Credit Suisse Indonesia, dan Morgan Stanley sebagai underwriter bersama.
Diperkirakan, total emisi yang ditawarkan perseroan sebesar USD200 juta. “Jika tidak ada halangan, IPO perseroan dilakukan pada akhir Oktober atau awal November," katanya.
Selain itu, Bernard mengungkapkan, CIMB Securities juga tengah memproses IPO sektor komoditas lainnya. Rencananya, listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) berdekatan dengan Borneo pada awal November. CIMB bersama penjamin emisi lain segera memasukkan dokumen kedua perusahaan tersebut ke BEI. “Kami harapkan pada bulan ini,” katanya.
Sayangnya dia belum bisa menyebutkan nama perusahaan tersebut dengan alasan terikat perjanjian. Dia hanya menyebutkan, sektor soft commodity bisa berupa perusahaan tepung, minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), atau gula. “Kami sudah mendapatkan mandate, waktunya berdekatan dengan Borneo,” kata Bernard.
Sementara di pasar obligasi, CIMB juga menangani sejumlah perusahaan yang akan menerbitkan obligasi. Surat utang tersebut akan dilepas melihat kondisi yang tepat sehingga hasilnya optimal.
Pasalnya, saat ini pemerintah tengah gencar menerbitkan surat utang yang berpotensi memicu efek jenuh di pasar (crowding out). “Mamun masih menunggu momen yang tepat,” katanya.