JAKARTA - Setelah range harga penawaran saham IPO anak usaha PT Indofood Sukses Makmur (INDF), PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) ditetapkan beberapa calon investor menilai harga yang ditawarkan terlalu mahal. Namun hal itu dibantah oleh Direktur Investment Banking PT Mandiri Sekuritas Iman Rahman.
"Masalah mahal atau tidak itu relatif, tetapi di market selalu ada indikatif. Untuk investor retail mungkin mahal tetapi jika dibandingkan dengan perusahaan konsumer sejenis maka potensi gain dan income bagi investor relatif lebih mudah dibandingkan perusahaan sejenis," jelasnya saat ditanyakan dalam acara due diligence dan public ekspose ICBP di Hotel Four Season, Jakarta, Rabu (1/9/2010).
Menurutnya, hal tersebut bisa dibuktikan dengan price earning ratio (PER) ICBP dimana PER-nya 15-19 kali. Sedangkan untuk perusahana konsumer sejenis PER-nya bisa 15-35 kali. "Ini berarti harga sahamnya lebih murah karena potensi gain dan income bagi investor menjadi lebih mudah," pungkasnya.
Hari ini, PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) menawarkan harga saham perdana di kisaran Rp4.300-Rp5.500 per saham. ICBP akan melepas saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham atau sekitar 20 persen dari modal disetor dan ditempatkan. Dan saham yang dikeluarkan adalah saham baru dalam portepel perseroan.
Saham yang ditawarkan selain untuk pasar dalam negeri perseroan juga berencana melakukan roadshow di beberapa negara untuk menawarkan IPO sahamnya di beberapa negara seperti Eropa, Amerika Serikat (AS), Hongkong, dan Singapura.
Rencananya 70-80 persen dari dana dari hasil IPO ini akan digunakan untuk melunasi hutang, terutama hutang kepada pemegang saham dan sisanya akan digunakan untuk membiayai belanja modal.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi IPO ini adalah PT Kim Eng Securities, PT Credit Suisse Securities Indonesia, PT Deutsche Securities Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas.
Adapun masa book buliding adalah pada 1-16 September 2010, Penentuan harga pada 17 September, Pencatatan di Bapepam-LK pada 24 September, Masa Penawaran Umum pada 28-30 September 2010.
(Widi Agustian)