BI Diminta Turunkan Suku Bunga SBI

Didik Purwanto, Jurnalis
Selasa 26 Oktober 2010 10:17 WIB
ilustrasi. foto: corbis
Share :

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diminta untuk segera menurunkan suku bunga sertifikat Bank Indonesia (SBI). Hal itu untuk meminimalisir dana asing yang masuk (capital inflow).

"Mendingan suku bunga SBI diturunkan, biar dana asing tidak terlalu deras," ungkap Ekonom Indef Aviliani, ketika ditemui di sela acara Malam Peduli Konsumen Perbankan di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (25/10/2010) malam.

Suku bunga SBI telah bertahan selama 15 bulan sejak Agustus 2009 lalu. Menurut Aviliani, bunga acuan itu tidak efektif dalam menekan capital inflow yang terus membanjiri Tanah Air.

Padahal jika dibandingkan dengan bank sentral negara lain, suku bunga acuannya juga rendah dan tidak ingin dinaikkan. Automatis dengan menurunkan bunga acuan itu maka biaya operasi moneter BI bisa ditekan.

Namun dengan wacana pemberian pajak kepada dana asing yang keluar (capital outflow), kata Avi, tidak akan terlalu signifikan dalam menekan capital inflow dan capital outflow. Meski cara tersebut sudah diadopsi oleh bank sentral Thailand dan Brasil. "Tapi menurut saya BI tidak akan berani memberi pajak ke dana asing," jelasnya.

Sekadar catatan, defisit neraca BI pada tahun anggaran 2009 lalu menghabiskan dana sebesar Rp22,4 triliun. Mayoritas didominasi oleh operasional BI, yaitu membayar bunga SBI.

Untuk mengurangi defisit tersebut, saran Avi, bank sentral harus melakukan upaya untuk menahan capital inflow. Cara yang bisa dilakukan adalah membatasi kepemilikan SBI dengan cara pembatasan pelelangan atau  menyerap SBI tapi pemerintah tidak menjual SUN hingga pemerintah bisa mengambil SUN dan menjaminkannya ke SBI. "Mendingan mengambil SBI lewat cara itu," jelasnya.

Masalahnya, hingga saat ini bank sentral maupun pemerintah bersama-sama melelang surat berharganya. Akhirnya kedua institusi negara ini sama-sama memiliki biaya moneter yang besar dan tidak bisa menekannya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya