Indofood Belum Tertarik Bangun Lahan Gandum

Sandra Karina, Jurnalis
Selasa 26 Oktober 2010 18:54 WIB
ilustrasi. foto: corbis
Share :

BOGOR - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) belum tertarik untuk  membangun lahan gandum yang bisa menyuplai bahan baku divisi pengolahan terigu perseroan Bogasari Flour Mills.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Indofood Fransciscus Welirang. Menurut Fransciscus, pada saat ini, pihaknya fokus untuk mengembangkan gandum tropis sebagai salah satu alternatif ketahanan pangan di Indonesia.

Hal itu, kata dia, dilakukan karena tantangan dari Wakil Presiden pada tahun 2000 yang meragukan gandum tidak dapat ditanam di Indonesia.

"Setelah 10 tahun percobaan, saat ini, masyarakat sudah ada yang mengkonsumsi gandum sebagai altenatif pangan, seperti di Salatiga. Ini bukan dimaksudkan agar masyarakat yang menanam gandum memasok untuk Bogasari. Tapi, ini menyangkut perubahan iklim yang berdampak pada pangan. Kita harus proaktif untuk mencari alternatif," papar Fransciscus di Bogor, Selasa (26/10/2010).

Selama ini, kata dia, konsumsi gandum di Indonesia hanya berbentuk terigu. Indonesia, lanjutnya, masih mengimpor 100 persen gandum. Pada saat ini, menurutnya, konsumsi gandum nasional adalah sekira 5,3 juta ton atau setara dengan 4,2 juta ton terigu.

"Pengembangan budidaya gandum ini harus dibebaskan ke masyarakat. Indofood tidak berminat untuk membangun lahan gandum untuk memasok bisnis korporat. Kan tidak harus (Indofood membangun lahan). Masih ada 14 pabrik lain," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Bayu Krisnamurthi mengatakan, pengembangan lahan gandum di Indonesia belum mampu mencapai skala ekonomis untuk kebutuhan industri.

"Ini diinternalisasi saja (pangan masyarakat). Untuk industri, lokal dulu lah. Jangan berambisi gantikan impor. Karena lahan masih berkompetisi antara lahan untuk padi dan tebu. Gandum itu mengisi massa dan lahan yang tidak bisa dikembangkan untuk tanaman pangan lain," kata Bayu.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Tepung dan Terigu Indonesia (Aptindo) Ratna Sari Loppies mengatakan, gandum memiliki kandungan protein yang lebih tinggi.

“Gandum juga tidak menyebabkan kantuk seperti nasi. Selain itu, gandum tidak membutuhkan air sebanyak padi. Kita inginkan rakyat makan nasi gandum sebagai bahan pokok dulu. Dimulai sekarang, nanti secara alamiah bisa menjadi pangan rakyat, kemudian bisa disesuaikan ke industri," jelas Ratna.

Ratna menuturkan, dataran tinggi di Indonesia, seperti Merauke dan Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat cocok untuk ditanami lahan gandum.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya