Kunjungan Obama Diharapkan Dongkrak Investasi

Sandra Karina, Jurnalis
Senin 08 November 2010 19:29 WIB
Presiden AS Obama. Foto: Corbis
Share :

JAKARTA - Kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ke Indonesia diharapkan mampu mendongkrak nilai investasi di Indonesia.

Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengatakan, fokus dari kunjungan Obama ke Indonesia kali ini adalah masalah ekonomi.

"Secara makro, ekonomi kita cukup bagus, tetapi faktanya juga, investasi AS dibanding negara lain, bahkan di Asia pun masih kecil. Maunya saya, investasi dari AS masuk lebih besar," kata Hidayat di Jakarta, Senin (8/11/2010).

Namun, Hidayat menegaskan, Indonesia tidak bisa berharap terlalu banyak. Pasalnya, kondisi perekonomian AS masih belum pulih sepenuhnya. "Karena tidak bisa recovery dengan cepat," ucap Hidayat.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin), lanjut Hidayat, akan meminta agar AS bisa lebih banyak melakukan investasi di sektor industri alat berat berat.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, pada kuartal I-2010, nilai investasi AS di Indonesia sebesar USD436,9 juta. Sementara  pada kuartal II 2010 sebesar USD300,1 juta. Selama dua kuartal itu, AS berada di posisi ketiga. Namun, pada kuartal III 2010, posisi AS menurun, bahkan tidak termasuk dalam lima besar.

"Target kenaikan investasi dengan datangnya Obama ke Indonesia seharusnya bisa di atas USD1 miliar," tandas Hidayat.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Mahendra Siregar menyambut baik kunjungan Obama ke Indonesia. "Pertumbuhan kita cukup bagus. Sehingga membutuhkan banyak kerjasama perdagangan dan investasi dari dalam negeri maupun luar negeri," kata Mahendra.

Mahendra menambahakan, Indonesia membutuhkan investasi yang besar dari AS. "Jadi, hubungan sudah semakin baik, dapat didorong prioritas dan fokus bidang ekonomi termasuk investasi dan perdagangan. Kami juga fokus mendorong seluruh para pelaku usaha kedua negara memperhatikan potensi ke depan," ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya