JAKARTA - Meski berencana bakal melakukan penawaran saham perdana kepada publik (IPO) pada semester II-2011, PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) menargetkan pertumbuhan premi hanya sebesar 10 persen seperti tahun-tahun sebelumnya.
Direktur Utama Jasindo Eko Budiwiyono mengatakan, perseroan menargetkan premi bruto pada 2011 menjadi Rp3,3 triliun. Angka ini hanya meningkat 10 persen dari target tahun ini sebesar Rp3 triliun.
"Premi bruto pada tahun depan kami targetkan mencapai Rp3,3 triliun, tumbuh 10 persen dari tahun ini. Karena biasanya, kami memang menargetkan pertumbuhan sekira 10 persen per tahun," ungkap Eko saat ditemui di sela "Infobank Outlook 2011" di Graha Niaga, Jakarta, Selasa (16/11/2010).
Pada tahun depan, katanya, perseroan juga masih memfokuskan kepada konsumen korporasi seperti properti, migas, asuransi keuangan, asuransi motor dan aneka.
Untuk mencapai target tersebut, lanjutnya, pihaknya akan memfokuskan pada tiga strategi besar, antara lain memperbaiki jalur distribusi, memperbaiki kepuasan konsumen, dan memperbaiki posisi persaingan melalui ekstensifikasi dan intensifikasi.
"Ekstensifikasi, kami lakukan melalui memperluas dan menambah costumer. Sedangkan intensifikasi dilakukan melalui penetrasi dan memperkuat konsumen yang telah ada," tuturnya.
Kendati hingga kuartal III 2010 ini premi bruto perseroan masih rendah dari nilai yang ditargetkan, yakni masih kurang dari Rp2,5 triliun, dirinya mengaku tetap optimis bisa mencapai target Rp3 triliun itu. Dia optimis pada akhir tahun ini banyak konsumennya yang kebanyakan dari korporasi itu melakukan pembaruan data (renewal).
"Meski belum mendekati target, kami optimis pada penutupan di akhir tahun ini banyak client (nasabah) besar kami yang melakukan renewal, sehingga target pun bisa tercapai," ujarnya.