Pemerintah Carikan Kertas Kraft Aceh Mitra Kerja

J Erna, Jurnalis
Minggu 21 November 2010 18:54 WIB
ilustrasi. foto: corbis
Share :

JAKARTA - Pemerintah saat ini sedang mencarikan mitra kerja sama operasional (KSO) untuk PT Kertas Kraft Aceh (KKA) dan akan dipilih satu yang berpotensial.

"Kita sudah mulai mencari mitra KSO. Kita mencari banyak, namun akan memilih satu yang paling potensial," ujar dia, di Jakarta, Minggu (21/11/2010).

Adapun, syarat mitra KSO PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) harus memiliki modal, punya pengalaman di industry kantong semen dan mampu menghidupkan KKA. "Sejauh ini, dana yang sudah dicairkan untuk KKA senilai Rp125 miliar. Tapi, KKA masih perlu dana tambahan karena itu kita akan cari mitra," imbuh Renny.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar berharap, PPA sudah mendapatkan mitra KSO untuk KKA di sisa akhir tahun ini. "Kami tidak memberi deadline, tapi kita harap sebelum tutup tahun sudah ada mitra yang tergandeng," katanya.

Dia mengakui, pemegang saham bersama dengan PPA dan direksi KKA pada awal pekan lalu sudah bertemu untuk membahas revitalisasi KKA. Menurut dia, dari sisi bahan baku dan gas sudah bisa dipenuhi. Sementara untuk pembelian produksi akan diambil sepenuhnya oleh PT Semen Gresik Tbk.

Yang dicari sekarang mitra untuk KSO. Saat ini masih dalam penjajakan antara PPA dan KKA, ujarnya. Dia menambahkan, cukup satu mitra KSO untuk kembali menghidupkan operasional KKA, yang sudah sejak tiga tahun dihentikan lantaran tidak ada pasokan bahan baku, gas, dan modal.

Kendati belum tahu siapa mitra yang berpotensi untuk digandeng dalam KSO tersebut, Mustafa membuka peluang tidak hanya kepada investor domestik, tapi juga asing untuk menjadi mitra KSO KKA.

Seperti diketahui, kondisi keuangan KKA terus mengalami defisit, sehingga operasionalnya dihentikan sementara sejak 2007. Pada 2004, perseroan merugi Rp125 miliar. Kerugian tersebut berhasil ditekan menjadi Rp122 miliar pada 2005, dan kembali disusutkan menjadi Rp78 miliar pada 2006.

Namun, kerugian perseroan kembali membengkak pada tahun lalu menjadi Rp155,809 miliar. Sementara, nilai rugi tersebut sepanjang enam bulan pertama tahun ini tercatat senilai Rp46,223 miliar.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya